Dampak Revolusi Industri 4.0 pada Permintaan dan Peran Ahli Sains Data

Najwa Yasyfa Dhiya Sugina
Najwa Yasyfa Dhiya Sugina, Mahasiswi Semester 2 Program Studi Teknologi Sains Data di Universitas Airlangga

Revolusi Industri 4.0, dengan konektivitas dan otomatisasi yang masif, membawa perubahan signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Salah satu dampak yang paling terasa adalah peningkatan permintaan akan ahli sains data.

Artikel ini membahas bagaimana Revolusi Industri 4.0 memengaruhi permintaan dan peran ahli sains data secara lebih mendalam.

Meningkatnya Volume Data dan Kebutuhan akan Sains Data

Revolusi Industri 4.0 menghasilkan volume data yang sangat besar (big data) dari berbagai sumber, seperti sensor, mesin, dan internet of things (IoT). Data ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor industri.

Namun, untuk memanfaatkan data ini secara optimal, diperlukan keahlian khusus, yaitu sains data. Sains data adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk mendapatkan informasi dan wawasan yang berharga.

Permintaan yang Meningkat dan Persaingan yang Ketat

Hal ini menyebabkan  permintaan akan ahli sains data terus meningkat. Perusahaan-perusahaan di berbagai industri, seperti manufaktur, keuangan, ritel, dan kesehatan, membutuhkan ahli sains data untuk:

  • Menganalisis data dan menemukan pola serta tren tersembunyi.
  • Membangun model prediksi untuk membantu pengambilan keputusan.
  • Mengembangkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
  • Membuat visualisasi data yang mudah dipahami.

Permintaan yang tinggi ini diiringi dengan persaingan yang ketat antar pelamar. Hal ini terjadi karena banyak sekali pekerja yang melakukan career switch ke bidang sains data.

Oleh karena itu, dibutuhkan kombinasi antara keahlian teknis, pemahaman bisnis, dan soft skill yang kuat untuk mendapatkan pekerjaan di bidang ini. Setelah mendapat pekerjaan, ahli sains data harus tetap melek teknologi.

Baca Juga :  Menumbuhkan Kesadaran Investasi Kaum Milenial Berdasarkan Perspektif Syariah

Hal ini dilakukan agar ahli sains data tidak kehilangan pekerjaannya, karena dunia terus-menerus berubah setiap harinya.

artikel (2)

Perubahan Peran Ahli Sains Data

Selain peningkatan permintaan, Revolusi Industri 4.0 juga membawa perubahan pada peran ahli sains data. Dahulu, fokus utama ahli sains data adalah pada analisis data dan pemodelan prediksi. Namun, saat ini, ahli sains data juga dituntut untuk:

  • Memahami kebutuhan bisnis dan industri secara mendalam.
  • Mampu berkomunikasi dengan stakeholder secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis.
  • Mengembangkan keterampilan soft skill, seperti kepemimpinan, kerjasama tim, dan kreativitas.
  • Terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi yang terbaru, seperti machine learningdan artificial intelligence.

Pengembangan Keterampilan dan Pengetahuan yang Diperlukan

Untuk memenuhi tuntutan peran yang berubah ini, ahli sains data perlu terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Mengikuti pelatihan dan kursus sains data.
  • Membaca buku dan artikel tentang sains data.
  • Berpartisipasi dalam komunitas sains data online dan offline.
  • Mengerjakan proyek sains data pribadi.
  • Mengikuti perkembangan teknologi terbaru di bidang sains data.

Kesimpulan

Revolusi Industri 4.0 membuka peluang besar bagi ahli sains data. Permintaan akan keahlian mereka terus meningkat dan peran mereka dalam industri semakin penting.



Pos terkait