Mengapresiasi Hari Lanjut Usia Nasional pada Musim Pandemi Covid-19

hari lanjut usia nasional
Oleh Dr. H. Joni, SH.MH

Mengendorkan  sedikit dari berbagai peristiwa sosial yang terus bermunculan tiada henti. Kegundahan menghadapi pandemi virus korona yang terus berganti, peristiwa konflik di  Palestina yang menyita energi, ada baiknya berhenti sejenak. Merenungkan tetang diri dan lingkungan, dalam hal ini hubungan diri dalam kaitannya dengan alam. Konkretnya bahwa usia manusia setiap saat terus bertambah. Tak bisa ditolak, siapapun akan menuju masa tua, dan secara alamiah akan menemui masa akhir kehidupan, yaitu kematian.

Kondisi ketika fisik secara alamiah akan melemah karena sudah lama dipergunakan mengarungi hidup. Menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang mau tidak mau memerlukan keberadaan fisik sebagai sosok konkret menghadapi berbagai kenyataan hidup yang ada. Namun dengan bahasa optimis disampaikan oleh para winasis: usia boleh tua tetapi jiwa tetapp tidak tua, alias tetap muda. “aku ingin hidup seribu tahun lagi”, teriak Khairil Anwar, penyair.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pendayagunaan Amdal Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup Menurut UU Ciptakerja (8)

Hari Lansia

Mengapresiasi kondisi pada usia tua, diperingatilah Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia) merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang diperingati setiap 29 Mei sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia. Bukan mengada ada, bagi yang berusia tua, apresiasi kepada kaum tua ini terasa manfaatnya sebagai semacam apresiasi, ketika usia sudah  berada pada kondisi lanjut. Ada proteksi yuridis yaitu berdasarkan   Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Produk yang asing bagi orang muda tetapi menjadi akrab ketika kaum muda merambah usia tua.

Menurut UU itu, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia). Komisi yang terasa tidak akrab bagi kaum mud aini dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *