Desa Rungun Kecamatan Kotawaringin Lama Dikepung Banjir

Banjir Rungun
BANJIR: Kondisi banjir di tepi Jalan Ahmad Shaleh, Kecamatan Kotawaringin Lama, Senin (27/5).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat, terkepung banjir luapan Sungai Lamandau sejak satu pekan terakhir.

Jalan poros yang menghubungkan antardesa dan akses menuju ibukota kecamatan terputus. Aktivitas warga menjadi lumpuh. Satu-satunya akses menuju ibukota kecamatan hanya menggunakan transportasi air (getek).

Bacaan Lainnya

Luapan air sungai hampir terjadi setiap tahun di Desa Rungun dan sekitarnya. Bahkan luapan Sungai Lamandau juga merendam jalan lingkungan warga bantaran sungai di Kelurahan Kotawaringin Hilir.

Warga Desa Rungun, Sulis, menyampaikan bahwa untuk bepergian tidak bisa menggunakan kendaraan roda dua. Warga terpaksa menggunakan perahu.

“Untuk di kampung sendiri aman, tetapi jalan poros yang menghubungkan ke desa tetangga sudah terputus, air sudah dalam,” ujarnya, Senin (27/5/2024).

Menurutnya, distribusi kebutuhan warga dari Pangkalan Bun dilakukan secara  estafet. Barang dinaikan ke perahu kemudian dibawa ke desa.

Baca Juga :  DPRD Kobar Soroti PT Korindo untuk Perhatikan Aspek Kelayakan Operasional 

Terputusnya akses transportasi darat membuat warga lebih memilih bertahan di rumah dan tidak bepergian.

“Setiap tahun kondisinya begini, bisa sampai dua tiga kali banjir, hujan deras dan meluapnya air sungai menjadi faktor terendamnya jalan poros warga,” keluhnya.

Warga Kotawaringin Hilir Abdullah mengatakan, banjir kali ini terbilang cukup lama, air luapan Sungai Lamandau cenderung bertahan. Diduga air tertahan lantaran Sungai Arut dan muara laut juga mengalami pasang.

Saat ini permukiman di tepi jalan dan di bawah jembatan pile slap Sugianto Sabran juga mulai terendam air. “Kalau rumah yang rendah sedikit lagi pasti masuk air, bisa kita lihat kalau menuju Kolam airnya di kanan kiri jalan sudah naik,” pungkasnya. (tyo/yit)



Pos terkait