Desakan Tunda Perbaikan Jalan Makin Menguat, Ternyata Ini Alasannya

jalan perbaikan
PERLU PENERTIBAN: Truk besar yang diduga melebihi tonase jalan saat melintas di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Selasa (24/4/2024) lalu. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Desakan terhadap Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menunda proyek perbaikan Jalan Kapten Mulyono kian menguat. Pemkab diminta tak memaksakan pekerjaan apabila truk besar masih bebas melintasi di ruas tersebut tanpa penertiban.

”Kami mendesak Pemkab Kotim membuat komitmen tertulis untuk melarang truk muatan CPO maupun pupuk melintas di jalur itu. Sebab, jika masih dibiarkan, jalan itu akan cepat rusak dan anggaran akan sia-sia,” kata salah satu aktivis Kotim, Audy Valent, Rabu (24/4/2024).

Bacaan Lainnya

Audy menuturkan, proyek miliaran rupiah tersebut akan terbuang percuma jika tidak ada ketegasan untuk membatasi truk yang melintasi. Jangan sampai pemerintah terkesan hanya ingin untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut.

”Jangan sampai kami masyarakat beranggapan bahwa kegiatan itu asal jadi proyek saja, sehingga tidak memikirkan ketahanan dan keberlanjutan berikutnya. Dan kami masyarakat yang sejatinya memiliki uang dari pajak itu tidak rela dengan praktik semacam ini,” tegas Audy.

Audy berharap DPRD Kotim memiliki ketegasan terhadap Pemkab Kotim untuk menunda pekerjaan selama belum ada komitmen tertulis untuk menjaga ketahanan infrastruktur. Setidaknya, langkah konkret itu sebagai bukti pengawasan DPRD dalam hal pembangunan untuk implementasi pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Baca Juga :  Gelapkan Batu Koral, Mamat Dipenjara Setahun

”Saya yang setiap hari melintasi jalan itu mengetahui dan paham betul yang menggunakan akses jalan ini kebanyakan truk pengangkut CPO dan pupuk saja, dengan muatan tonase di atas kemampuan jalan,” kata Audy Valent.

Warga lainnya yang ketap melintasi ruas itu juga mengharapkan Pemkab Kotim kembali memperketat pengawasan. Pasalnya, tingginya lalu lintas truk besar, membuat potensi kecelakaan yang bisa merenggut nyawa juga kian besar.

”Saya setiap hari lewat Jalan Kapten Mulyono berpapasan dengan truk raksasa. Kami sebagai pengendara motor harus hati-hati. Apalagi sebagian tuk ada yang ugal-ugalan,” kata Dani, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Menurutnya, jalan tersebut akan kembali cepat rusak apabila truk besar masih sering melintas. Karena itu, perbaikan berupa pengaspalan jalan dengan biaya yang mahal akan percuma, karena tak akan mampu menahan beban ratusan truk yang setuap hari melintas. (ang/hgn/ign)



Pos terkait