Eks Lokalisasi Jadi Kampung Anti Narkoba

Eks Lokalisasi Jadi Kampung Anti Narkoba
BERSINERGI: Wakil Bupati Kotim Irawati bersama jajaran Forkopimda saat mengikuti acara Pencanangan Lewu Isen Mulang Anti Narkoba dan Lewu Pancasila di Desa Pasir Putih, kilometer 12 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (21/6).(istimewa)

SAMPIT-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Wakil Bupati Kotim Irawati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim, turut hadiri pencanangan Lewu Isen Mulang Anti Narkoba dan Lewu Pancasila di Desa Pasir Putih, kilometer 12  eks lokalisasi, di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (21/6).

Kegiatan tersebut secara serentak juga di laksanakan di 5 kabupaten lainnya yang dibuka oleh Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) secara virtual.

Bacaan Lainnya

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran dan Polres Kotim dan Badan Narkotika Kotim yang telah mencanangkan kampung tangguh anti narkoba dan kampung Pancasila,” ujar Irawati dalam sambutannya.

Ia memaparkan, mengacu pada undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,  menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika dalam bentuk tanaman akan dikenakan hukum pidana.

Baca Juga :  Saling Hantam Melawan Mobilio, Avanza Langsung Terbalik, Nasib Penumpangnya Begini

“Perang terhadap narkoba sudah menjadi tekad kita bersama hal ini mengingat begitu besar bahaya dari penggunaan narkoba. Bukan saja menyebabkan ketergantungan namun juga berpengaruh pada gangguan mental dan kejiwaan mempengaruhi susunan saraf, fisik, psikologis. Maupun menjadi apatis terhadap lingkungan sosial, ditambah lagi dengan bergesernya usia maupun profesi pengguna narkoba,” ujar Irawati.

Menurutnya, saat ini anak-anak usia sekolah bahkan ibu rumah tangga sudah banyak terjangkit narkoba. Kondisi ini sangat memprihatinkan sehingga menjadi perhatian bersama untuk pencegahannya.

“Pencegahan peredaran narkoba harus didukung seluruh elemen masyarakat. Sosialisasi bahaya narkoba juga harus terus dilakukan,” tegas Irawati.

Ia menambahkan, pada pencanangan tersebut, disamping menjadikan lingkungan sebagai kampung tangguh juga merupakan kampung bersih narkoba dan jangka panjangnya akan terbentuklah kampung tangguh yang berpancasila.

“Dengan demikian mari kita bekerjasama. Baik aparatur pemerintah, masyarakat pemuda dan pelajar untuk memberantas narkoba di Bumi Habaring Hurung ini,  sehingga akan terbentuklah kampung-kampung anti narkoba dan kampung Pancasila,” pungkas Irawati. (yn/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *