Evaluasi Capaian Prestasi Kotawaringin Timur pada FBIM Kalteng

fbim
EVALUASI: Pelepasan Kontingen Kotim saat akan mengikuti FBIM Kalteng 2024. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah selesai mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2024. Hasilnya, sejumlah juara yang diraih mengantarkan Kotim berada di peringkat ketujuh.

Terkait capaian tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim akan melakukan evaluasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Disbudpar Kotim Bima Ekawardhana mengakui capaian kontingen Kotim kurang menggembirakan. Meski demikian, dia mengapresiasi hasil yang telah diraih 160 peserta yang mewakili Kotim dalam event tingkat Provinsi Kalteng tersebut.

”Dari beberapa cabang yang dilombakan, Kotim cuma dapat 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Kotim berada posisi ke-7,” ujarnya, Selasa (28/5/2024).

Pemkab Kotim menaruh harapan besar pada kontingen Kotim yang berlaga dalam FBIM Kalteng 2024 yang dilaksanakan 17-23 Mei 2024 lalu. Kotim bahkan menargetkan bisa meraih juara umum.

“Kita berharap bisa jadi juara umum. Ternyata jauh. Di beberapa cabang, ternyata kita masih kalah dengan daerah lain,” katanya.

Baca Juga :  Bioskop di Sampit Buka Lagi

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi agar pada kegiatan serupa tahun mendatang Kotim lebih siap lagi bersaing dengan kabupaten lainnya.

”Ini perlu kita evaluasi dan perbaiki di mana kekurangan kita. Supaya tahun depan lebih berprestasi dan memperoleh banyak juara,” katanya.

Bima menuturkan, dibandingkan tahun sebelumnya, ada penurun capaian kontingen Kotim pada FBIM tahun ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut.

”Penyebabnya banyak faktor. Pertama dari atletnya kurang regenerasi, sementara daerah lain meningkat kualitas atletnya,” katanya.

Ada 18 cabang yang diperlombakan dalam FBIM Kalteng Tahun 2024, yakni lomba perahu hias, sepak sawut, karnaval budaya, tari daerah (tari daerah dan tari pesisir), panginan sukup simpan, habayang, malamang, gagu daerah, jukung tradisional, balogo, lawang sakepeng, manyipet, mangenta, karungut, jagau dan bawi pariwisata, maneweng manetek tuntang manyila kayu, kesei kambe, dan mangaruhi. Dari seluruhnya, hanya dua cabang lomba yang tidak diikuti Kotim, yakni lomba perahu hias dan lagu daerah.



Pos terkait