Gema Muharam di Telinga Milenial

Oleh: Muhammad Fajrin Maulana

muhammad fajrin maulana
Muhammad Fajrin Maulana

TANGGAL 19 Juli 2023, seluruh umat muslim dari seluruh penjuru negeri dengan bergembira merayakan awal tahun baru Hijriyah. Akhir tahun 1444 H dan awal tahun 1445 H merupakan tanda untuk berintrospeksi (renungan) diri mengingat segala bentuk perbuatan yang telah dilewati agar dapat menggunakan tahun berikutnya dengan segala ibadah dan berkah yang di dapat. Muharam merupakan bulan pertama dalam  kalender Islam, dan dengan demikian menandai dimulainya tahun baru islam. Muharam juga memiliki makna yang lebih besar, yang dalam alquran dipaparkan yaitu Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci.

Bergembiranya umat muslim menyambut bulan Muharam ini dirasakan oleh seluruh kalangan, bahkan dikalangan anak milenial yang juga turut serta menyambut bulan Muharam. Mereka berlomba-lomba membuat kreasi ucapan untuk menyambut tahun baru islam yang bagi mereka tahun baru islam ini perayaannya tidak boleh kalah meriah dengan tahun baru Masehi. Karena tidak banyak dari mereka kaum milenial yang jarang mendengar dan mengetahui perayaan tahun baru islam. Banyak dari mereka, kaum milenial yang menyambutnya dengan menjalankan ibadah puasa di hari pertama Muharam yang karena pada dasarnya bulan ini merupakan bulan suci dalam islam.

Dengan banyaknya kaum milenial yang mengikuti kajian keislaman mereka mengetahui jika dalam bulan ini mereka mampu berlomba-lomba dalam mencapai kebajikan yang dapat mereka lakukan yaitu puasa 1 muharam. Karena Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab. Di antara amalan bulan Muharam adalah, pertama, memperbanyak puasa sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW yaitu “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharam dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR Muslim). Hadits di atas secara jelas menyatakan bahwa kita disunnahkan berpuasa di bulan Muharam, terutama pada hari kesepuluh Muharam yang disebut dengan puasa ‘Asyura’. Begitu juga hari kesembilan yang disebut puasa tasu’a’. Bahkan Imam Syafi’i menyatakan dalam kitab al-Umm bahwa disunnahkan puasa tiga hari sekaligus yaitu 9, 10 dan 11 Muharam.

Diera sekarang kaum milenial banyak menyambut 1 Muharam dengan membuat berbagai macam acara mulai dari acara kajian bersama untuk meningkatkan keimanan serta membuat acar seperti pawai islam yang bertujuan agar seluruh orang dapat ikut serta merayakan bersama dan membuat acara semakin meriah. Dan kajian yang dibuat diusung dengan tema yang kini marak di telinga milenial agar menarik mereka agar penasaran dan dapat ikut serta dalam kajian keislaman yang mereka buat.

Dapat dipercaya jika dengan turun tangannya kaum milenial untuk merayakan 1 Muharam ini mereka mampu menarik massa dalam kajian keislaman untuk mengenalkan dan merayakan 1 Muharam ini dengan meriah karena kini banyaknya platfoam yang mereka miliki untuk menyebarkan informasi mengenai tahun baru islam ini. Mereka mampu mengenalkan kepada generasi muda, kaum milenial yang lain akan momen hijrah dan sejarah islam. Karena perjuangan rasul dan para sahabatnya selama melakukan perjalanan itulah menjadi makna tahun baru hendaknya diresapi betul agar perjalanan penuh dengan pengorbanan itu sendiri menjadi pelajaran hidup bagi umat manusia.

Dalam momentum tahun baru hijriyah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal yang baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah. Hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW saat beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu. Makna awal tahun baru islam juga memiliki makna yang mendalam bagi setiap muslim karena Makna tersebut lahir dari menegaskan kembali pentingnya menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan yang bersumber dari Al-Quran.

Pos terkait