Radarsampit.com – Buah durian mulai banyak terlihat di Kota Sampit dan sekitarnya. Bagi pecinta buah dengan nama ilmiah durio zibethinus tersebut, berburu durian adalah hal yang tidak bisa dilewatkan. Ada yang berburu durian hanya di dalam kota Sampit. Ada pula yang berburu durian hingga ke kecamatan sekitarnya.
Yuni, Sampit
Kecamatan Cempaga. Merupakan salah satu wilayah sentra durian di kabupaten Kotawaringin Timur, yang pusatnya berada di lintas jalan trans Kalteng, Sampit-Kasongan. Durian banyak ditemukan di kecamatan ini dan sekitarnya.
Salah satu cirinya, durian khas asal kecamatan ini rasanya sangat lezat. Durian ini biasanya dikenal dengan nama durian otak udang. Ukurannya tidak terlalu besar, namun rasanya sangat lezat, dan aromanya menyengat.
Banyak warga luar wilayah yang berdatangan, terutama dari Kota Sampit, untuk berburu serta menikmati durian tersebut di kecamatan ini.
Sari, seorang pencinta durian asal Sampit mengatakan, pilihannya berburu durian di Kecamatan Cempaga lantaran buah di kecamatan itu terkenal enak. Tak jauh dari rumahnya juga ada penjualan durian. Namun, dia sengaja berburu durian hingga ke Cempaga, sekaligus jalan-jalan bersama keluarga.
”Memang sengaja dari Sampit ke Cempaga. Cuma untuk cari durian,” ujarnya.
Sari mengaku baru sekali itu membeli buah durian langsung di Kecamatan Cempaga. Sebab, menurut kabar dari teman-temannya, buah durian di Cempaga rasanya enak dan harganya murah.
”Dengar-dengar, kalau beli di sini harganya murah, karena langsung dari kebun,” katanya.
Ketika mulai memasuki Kecamatan Cempaga, lanjut Sari, memang terlihat penjual durian di sepanjang jalan. Para pedagang membuka lapak kecil sederhana di pinggir jalan. Ada beberapa durian yang sengaja digantung, ada pula yang tersusun rapi.
Salah satu pedagang durian di Cempaga Diah, mengatakan, saat ini memang mulai memasuki musim panen durian. Durian yang dijual pedagang merupakan hasil panen petani.
Menurut Diah, selama ini Cempaga sudah dikenal menjadi salah satu tempat berburu durian. Saat hari libur tiba, seperti Sabtu-Minggu, pembeli ramai berdatangan.
”Sudah dua minggu ini berjualan. Alhamdulillah tahun ini buahnya bagus semua, tidak seperti tahun kemarin,” kata Diah.
Diah mengaku menjual buah durian dari hasil kebun miliknya dan milik anaknya. Ada sekitar 30 pohon durian di kebunnya. Jumlah durian yang terjual tidak pasti. Namun, saat ramai, dia bisa menjual sampai 200 buah dalam sehari. ”Dari 30 pohon itu bisa dapat 200 biji. Kalau ramai habis,” ucapnya.
Diah hanya menjual hasil kebunnya sendiri, tidak borongan. Meskipun banyak pembeli dari luar daerah yang ingin membeli durian dalam jumlah banyak langsung dari kebun, tujuannya untuk dijual kembali.
”Banyak saja yang mau beli langsung ke kebun, tapi saya tidak jual borongan,” sebutnya.
Dua minggu belakangan lanjut Diah, cukup banyak pembeli. Tak hanya dari luar kecamatan, tapi juga dari luar kabupaten, seperti Palangka Raya. Bahkan, ada juga pembeli yang sengaja membeli buah duriannya untuk dibawa ke Banjarmasin.
Tentang tips memilih buah durian yang sudah masak serta cita rasa nikmat, Diah menjelaskan bisa dengan memukul kulit buah dan mencium aromanya.
Harga durian yang dijual tergantung ukurannya. Di antaranya, Rp25.000, Rp 35.000, Rp 40.000, hingga Rp 50.000 per buah, tergantung ukurannya. ”Saya jual tergantung ukuran. Kalau yang besar, harganya lebih mahal,” pungkas Diah. (*/ign/gus)







