Kobar Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

AIR TERUS NAIK: Salah satu rumah di RT 05, Kelurahan Raja Seberang yang mulai tergenang air setinggi lebih dari 40 centimeter, Rabu (8/9). Pemkab Kobar memperpanjang status darurat banjir hingga 19 September 2021 mendatang. (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

Dihubungi terpisah, Lurah Mendawai Rahadian Syahmi menyebut berdasarkan pantauan, wilayah di kelurahan Mendawai yang paling terdampak di Karang Anyar.

Namun mengingat hujan terus turun tidak menutup kemungkinan debit sungai semakin meningkat dan permukiman di Mendawai bawah yang berada di bantaran Sungai Arut juga akan terdampak. “Pendataan terus kita lakukan, bukan hanya rumah yang terdampak tetapi juga tanaman pertanian masyarakat,” ungkapnya.

Untuk diketahui kondisi banjir ini membuat masyarakat semakin sulit, selain kebutuhan sembako masyarakat juga membutuhkan material papan untuk membuat panggung di dalam rumahnya untjk menaruh barang dan sebagai tempat tidur.

Namun, saat ini papan sibitan yang biasanya di jual murah harganya melonjak, dalam satu ikatnya sudah dihargai Rp150 ribu, belum termasuk kasau dan paku. Mirisnya, untuk membeli papan, salah seorang warga Kelurahan Baru, Indra Alfian harus menjual handphonen satu-satunya yang ia miliki. “Saat ini air tinggal sedikit lagi masuk rumah, jadi saya terpaksa jual handphone saya untuk membeli papan dan kasau, kalau tidak barang-barang perabotan habis terendam,”tandasnya. (tyo/sla)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *