Konflik Dewan Bakal Berkepanjangan, Ini Tanda-tandanya

Konflik alat kelengkapan DPRD Kotim diperkirakan bakal berkepanjangan
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT – Konflik alat kelengkapan DPRD Kotim diperkirakan bakal berkepanjangan. Pasalnya, masing-masing kubu masih bersikeras pada pendiriannya. Koalisi partai yang mengesahkan AKD tersebut tak memberikan ruang untuk kembali menyusun ulang AKD yang diprotes PDIP dan Demokrat.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kotim Joni Abdi menegaskan, proses penyusunan AKD sudah dilalui. Pihaknya menginstruksikan Fraksi Golkar di DPRD Kotim menghormati dan mengamankan keputusan lembaga tersebut.

Bacaan Lainnya

”Pengambilan keputusan AKD di DPRD Kotim sudah clear dan selesai. Fraksi Partai Golkar di DPRD Kotim sudah melaporkan hasil kocok ulang ke DPD Golkar Kotim dan DPD memberi instruksi ke fraksi untuk menghormati segala keputusan lembaga DPRD yang sudah diputuskan beberapa waktu lalu,” kata Joni Abdi, Kamis (24/2).

Konflik internal DPRD Kotim tersebut merupakan buntut reposisi AKD yang tak menyertakan dua fraksi, PDIP dan Demokrat. Dua fraksi tersebut akhirnya tidak mengakui hasil reposisi yang disepakati lima fraksi, yakni Golkar, PAN, Gerindra, Nasdem, dan PKB.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Besar Sabu Sampit, Bandar Kakap Jadi Target BNN Provinsi Kalteng

Kondisi itu berpengaruh terhadap sinergi dan kekompakan kinerja di lembaga legislatif tersebut. Terganggunya aktivitas di lembaga itu terlihat ketika sejumlah agenda DPRD Kotim terpaksa dibatalkan. Selain itu, sejumlah anggota Fraksi PDIP dan Demokrat memboikot agenda reses.

Abdi menuturkan, penyusunan AKD yang dilakukan telah mengacu aturan. Terkait keberatan dari PDI Perjuangan dan Demokrat, dia mengaku tidak mengetahui keberatan itu. ”Sejauh ini Partai Golkar belum mengetahui hal tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Abdi membantah Golkar yang berinisiatif menyapu bersih kursi AKD jatah PDIP dan Demokrat. Isu itu baginya tidak benar. ”Salah besar kalau Golkar dituding sebagai dalang di balik reposisi. Golkar menjunjung tinggi nilai demokrasi, terlebih DPRD itu lembaga yang terhormat dan mereka bukan perkumpulan para wayang yang dengan mudah dimainkan oleh dalang,” tegasnya.

Pos terkait