”Kalaupun tidak ada tempat yang memungkinakn, kita bisa gunakan gedung milik pihak swasta. Kita sulap itu jadi arena yang layak untuk tempat pertandingan,” tambahnya.
Lebih lanjut Ahyar mengatakan, pelaksanaan Porprov 2023 nantinya akan dipusatkan di Stadion 29 November. Karena itu, arena tersebut yang harus dibenahi ekstra.
”Pembenahan paling berat itu di stadion, karena pusat kegiatan Porprov itu akan dilaksanakan di Stadion 29 November. Lapangan sepak bola dibenahi, sekaligus benahi lintasan atletiknya, lempar lendingnya, tolak peluru, voli, dan basket. Untuk semifinal hingga babak delapan besar bisa kita manfaatkan di gedung,” ujarnya.
Pembenahan Stadion 29 November, lanjut Ahyar, diperkirakan menelan anggaran miliaran. ”Membenahi stadion itu diperkirakan Rp 5 sampai Rp 6 miliar habisnya,” ujarnya.
Ahyar menambahkan, ditunjuknya Kotim menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov akan membawa dampak positif, khususnya terhadap sektor perekonomian dan pariwisata. Pasalnya, 14 kabupaten/kota di Kalteng akan ikut menjadi peserta. Diperkirakan jumlah peserta yang ikut bisa mencapai 7.000 orang.
”Banyak sekali keuntungannya untuk Kotim. Pertama, yang datang diperkirakan enam sampai tujuh ribu peserta. Belum termasuk orang tuanya. Maka, otomatis roda perekonomian di Kotim bergerak cepat. Jual apa saja laku. Sekaligus kita bisa mengenalkan destinasi wisata di Kotim. Saya yakin, sektor perekonomian dan pariwisata bergerak semua,” kata Ahyar. (hgn/ign)








