Mau Dibubarkan Paksa? Coba Langgar Aturan Ini

dibubarkan secara paksa
KOORDINASI: Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri saat menunjukan lokasi sosialisasi SE wali kota terkait penanganan Covid-19, yang juga dihadiri kapolda Kalteng dan Danrem. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Pengetatan aktivitas masyarakat resmi diberlakukan di Palangka Raya. Tidak boleh  lagi ada kegiatan rapat dan kumpul-kumpul hingga di atas pukul 20.00 WIB. Jika melanggar, maka akan dibubarkan secara paksa. Langkah itu sebagai komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri memastikan tindakan tegas bagi para pelanggar, terutama bagi masyarakat yang tidak mematuhi aturan sesuai sesuai Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro.

Bacaan Lainnya

“Sudah sangat jelas berkerumun tiga orang di atas  pukul 20.00 WIB, maka akan dibubarkan. Saya tegaskan bahwa kami tidak melarang warga mencari makan maupun nafkah, tetapi harus menaati aturan dalam kondisi saat ini. Ini sesuai surat edaran gubernur dan surat edaran wali kota,” tegas Jaladri, Kamis (8/7).

Baca Juga :  Ratusan Tentara di Sampit Jalani Vaksinasi

Jaladri menyatakan, pedagang boleh berjualan hingga pukul 17.00 WIB untuk bisa makan di tempat maksimal 25 persen dari kapasitas tempat. Jika di atas pukul 17.00 WIB, maka diwajibkan untuk take away atau dibungkus untuk makan di rumah.

“Boleh pesan antar. Pokoknya pukul 20.00 WIB restoran harus tutup. Untuk penjual nasgor dan martabak boleh 24 jam asal tidak makan di tempat. Lalu, hypermart sampai pukul 19.00 WIB,” tegasnya.

Jaladri mengatakan, perbelakukan tersebut tidak hanya di dalam kota, tetapi juga hingga ke pelosok dan gang. Pagi hingga siang hari melakukan sosialisasi, jika malam hari maka dilakukan penindakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.