Minyak Dunia Naik, Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan BBM dan Elpiji

Pertamina Terpaksa Lakukan Penyesuaian Harga Bahan bakar Non Subsidi

Minyak Dunia Naik Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan BBM dan Elpiji
Sesi diskusi yang disampaikan Unit Manager Communication & CSR MOR VI Kalimantan Susanto August Satria dalam kegiatan Media gathering 16-18 Maret di Bali.

SAMPIT – Ketegangan konflik perang antara negara Rusia dan Ukraina turut membawa dampak pada sektor energi di Indonesia.

Akibat perang yang kian memanas harga minyak mentah dunia terus berfluktuatif hingga mengalami kenaikan tajam menembus level diatas US$ 100 per barel.

Lonjakan harga minyak mentah dunia pun secara tidak langsung berimbas terhadap PT Pertamina Patra Niaga yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas menyediakan dan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Sales Branch Manager Pertamina Wilayah Kaltimtara Muhammad Rizal mengatakan sejak terjadinya invasi antara Rusia dan Ukraraina pada 24 Februari 2022 lalu, harga minya dunia naik signifikan diangka US$ 95,54 per barel. Angka itu terus mengalami kenaikan pada awal Maret 2022 hingga menyentuh level diatas US$ 108 per barel. Angka ini berada diposisi tertinggi sejak tahun 2014.

“Tingginya harga minyak dunia tidak bisa dipungkiri berpengaruh akibat konflik perang antara Rusia dan Ukraina. Dan ini tentunya berdampak ke PT Pertamina (Persero),” kata Muhammad Rizal Sales Branch Manager Pertamina Wilayah Kaltimtara kepada Wartawan di Pantai Dream Island di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Kamis (17/3).

Rizal menuturkan harga minyak mentah dunia yang terus mengalami peningkatan pun turut mempengaruhi kondisi APBN. Hal itu terjadi lantaran melonjaknya harga Indonesian Crude Price (ICP) yang sangat jauh antara asumsi APBN di tahun 2022 yang hanya US$ 63 per barel. Dengan demikian, hal itu berdampak terhadap kenaikan harga komoditas energi seperti BBM, LPG hingga avtur. Sehingga, menambah beban subsidi BBM dan LPG serta kompensasi BBM dalam APBN.

Seperti diketahui, setiap kenaikan 1 dollar AS per barel dapat berdampak terhadap kenaikan subsidi LPG sekitar Rp 1,47 triliun, subsidi minyak tanah sekitar Rp 49 miliar dan beban kompensasi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun. Sedangkan, subsidi BBM dan LPG 3 kilogram dalam APBN 2022 sebesar Rp 77,5 triliun. Subsidi tersebut mengacu pada perhitungan asumsi ICP sebesar 63 dollar AS per barel.

Baca Juga :  Karyawan Sawit Cabuli Anak di Bawah Umur

“Bagaimanapun kondisinya kami tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM dan elpiji aman untuk masyarakat Indonesia,” katanya.

Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan Susanto August Satria mengatakan konflik geopolitik yang terjadi di Eropa menjadi pemicu tingginya harga minyak dunia dimana saat ini bergerak di angka antara 109-112 USD/ barel bahkan pernah menyentuh diatas 120 USD per barel dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Hal ini membuat Pertamina harus melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi.

“Kita semua tahu bahwa kondisi geopolitik di Eropa dan Amerika memang tidak mudah tetapi kita harus melaluinya. Sehingga, perlu dilalukan penyesuaian harga BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi karena tren harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan,” kata pria yang akrab disapa Satria.

Sebagai informasi, PT Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi per 12 Februari 2022 dengan menyesuaikan harga terkini industri migas. Kenaikan harga disesuaikan dengan patokan minyak ICP per Januari 2022 yakni US$ 85 per barel.

Adapun jenis BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan harga diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Kenaikan harga bervariasi disetiap wilayah di Indonesia mulai dari Rp 1.500 per liter untuk Pertamax Turbo hingga Rp 2.650 per liter untuk Dexlite.

Di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan sejumlah provinsi lainnya harga Pertamax Turbo dibanderol Rp 14.800 per liter, Dexlite dibanderol Rp 13.250 per liter dan Pertamina Dex Rp 14.000 per liter. Sedangkan, untuk jenis Pertamax dan Pertalite tidak mengalami kenaikan harga.

Pos terkait