Modal Pinjaman, Merugi Jutaan Rupiah, Bingung Cara Mengembalikan

wisata
MERUGI: Sunarti, salah satu pedagang di gerbang buaya wisata Desa Kubu, Kecamatan Kumai yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kobar, Sabtu (15/5).(SULISTYO/RADAR SAMPIT)

Jeritan Pedagang Kawasan Wisata Kubu

Harapan untuk meneguk untung berubah menjadi mimpi buruk. Momen tahunan yang ditunggu untuk mendulang rupiah, berakhir menyesakkan dada. Penutupan kawasan wisata pantai membuat pedagang rugi hingga jutaan rupiah.

Bacaan Lainnya

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Puluhan pedagang di kawasan wisata Pantai Bugam Raya yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, terutama di gerbang Buaya dan Kepiting, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, menaruh harapan besar saat momen Idulfitri 1442 Hijriah tiba.

Berbekal uang pinjaman, sejak H-4 Lebaran, mereka telah berbelanja kebutuhan untuk berjualan. Pundi-pundi rupiah yang akan mereka hasilkan sudah terbayang di depan mata.

Namun, keuntungan hanya tinggal harapan. H-2  Lebaran, mereka mendengar kasak-kusuk bahwa hasil rapat Satgas Covid-19 akan memutuskan  kawasan wisata pantai pesisir terpadu akan ditutup.

Meski demikian, mereka belum mendengar langsung. Belum mendapat sosialisasi terkait penutupan, sehingga sedikit harapan masih terselip di benak mereka.

Baca Juga :  Mengunjungi Masjid Jami Al-Aqsha di Pasar Inpres Sukamara

Malam itu dirasa sangat panjang bagi pedagang. Mata seakan tidak mau terpejam. Mereka ingin pagi segera tiba dan kepastian nasib mereka melalui surat edaran segera diterima.

Hasilnya, bagai petir di siang bolong. Ketika kepastian penutupan kawasan wisata dikeluarkan secara resmi, tumpahlah air mata mereka. Tidak terbayang bagaimana cara mereka membayar utang yang sudah terlanjur dibelanjakan untuk kebutuhan jualan.

Salah seorang pedagang kawasan wisata Pantai Kubu, Sunarti, mengaku merugi sampai Rp 7 juta. Padahal, uang untuk belanja berbagai bahan baku kuliner hasil meminjam dari tetangganya.

Dengan keputusan tersebut, ia bingung bagaimana harus mengembalikan uang pinjaman tersebut. ”Saya meminjam uang tersebut. Kalau tidak bisa jualan begini, bagaimana saya harus mengembalikan uang itu?” ujarnya, Sabtu (15/5).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *