Nikah tanpa Izin, Istri Penjarakan Suami

Disebut-sebut Kerabat Pejabat Penting di Jakarta

nikah tanpa izin
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

Revai juga mengingatkan agar Polres Kotim tidak mengabulkan penangguhan penahanan yang telah diajukan PS. ”Kami dari pelapor keberatan jika dilakukan penangguhan. Kami minta kasus ini tetap jalan hingga P21 di tingkat kejaksaan,” ujarnya.

Menurutnya, sangat beralasan penangguhan penahanan PS ditolak, lantaran yang bersangkutan bisa menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Apalagi sejumlah aset yang merupakan harta gono-gini diduga banyak dialihkan PS atau dijual ke pihak lain tanpa persetujuan SA.

Bacaan Lainnya

”Saya sudah bicara sama tersangka. Saya sampaikan ke dia, ikuti prosesnya saja dulu,” katanya.

Revai menegaskan, tidak ada istilah lagi untuk berdamai dalam perkara itu. Pihaknya tidak hanya menuntut proses pidana, tetapi juga secara perdata terkait harta gono-gini.

”Sejauh ini kami fokus ke pidana. Yang penting dia ditahan dulu supaya jangan menjual aset perusahaan,” ujarnya.

Terpisah, Duliarman L Sinurat yang sebelumnya menjadi kuasa hukum PS mengaku sudah tidak lagi mendampingi kliennya. Dia telah mengundurkan diri sebagai pengacara PS.

Baca Juga :  NAH!!! Kerumunan Vaksinasi Dilaporkan ke Ombudsman

”Saya tidak bisa memberikan statemen lagi, karena saya bukan lagi kuasa hukum PS,” katanya.

Sementara itu, kepada Radar Sampit pada 16 Maret lalu, PS menegaskan agar permasalahan dengan istrinya bisa diselesaikan dengan hati dingin tanpa arogansi, serta diselesaikan secara kekeluargaan.

”Saya juga meminta istri saya menerima permohonan maaf saya. Janganlah kita tempuh jalur hukum,” ujarnya.

PS berharap dirinya dan istri bisa dipertemukan dan menyelesaikan masalah itu agar keduanya bisa menjalankan bahtera rumah tangga seperti semula. ”Terkait saya dilaporkan, saya pun sudah membuat laporan soal KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Telinga saya dicakar dan terluka, serta ada pengambilan paksa dokumen kantor, surat mobil, kontrak kerja, BG, cek, dan lain sebagainya. Saya menunggu juga tindak lanjutnya. Namun, saya tidak berharap sampai berproses secara hukum,” tegasnya.

Pos terkait