PARAH!!! Bisnis Haram Lingkar Selatan, Bisa Rp 15 Ribu Sekali Kencan, Kepergok Esek-Esek Beralas Spanduk

razia prostitusi lingkar selatan sampit
RAZIA: Wakil Bupati Kotim Irawati saat razia prostitusi liar di kawasan jalan lingkar selatan, Senin (31/10) malam. (SITI FAUZIAH/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Geliat bisnis haram di Kabupaten Kotawaringin Timur tetap berjalan meski kerap ditertibkan. Prostitusi liar tersebut menyebar di sejumlah titik sepanjang jalan lingkar selatan Kota Sampit. Tim gabungan menjaring delapan orang pada razia yang digelar Senin (31/10) malam lalu.

Setelah terjaring razia, enam wanita dengan usia sekitar 34-40 tahun, serta lelaki yang diduga pelanggan praktik prostitusi tersebut diangkut ke Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk dimintai keterangan dan didata. Mirisnya, aktivitas bisnis haram itu lokasinya tak jauh dari kantor kecamatan setempat.

Bacaan Lainnya

Salah seorang wanita yang diamankan tim gabungan yang enggan mengaku terpaksa membuka praktik prostitusi karena terimpit hutang. Tak disebutkan berapa besaran utang yang dia tanggung. ”Terpaksa, karena untuk bayar utang,” ujarnya.

Wanita yang diamankan tidak seperti layaknya seorang penghibur yang digambarkan di film-film. Tak ada yang berpakaian seksi ataupun berdandan mencolok. Mereka seperti ibu rumah tangga biasa dengan baju tidur umumnya. Juga ada yang berbalut kain sarung sebagai bawahannya.

Baca Juga :  Suami Disuruh Beli Susu, Pulangnya Istri Tewas Gantung Diri

”Kalau di sini di razia terus, enak di sana tidak pernah di razia,” ujar wanita lainnya yang nampak santai berbincang dengan temannya di ujung telepon. Teman seprofesi lainnya hanya tertunduk malu.

Dua pemuda yang usianya relatif masih sangat muda, sekitar 23 tahun, sejak diamankan terus menutupi wajah mereka dengan kaos yang dikenakan. Mata mereka tampak merah akibat pengaruh minuman keras. Aroma minuman beralkohol begitu menyengat dari keduanya.

Dua pemuda itu itu mengaku dari Pelangsian. Mereka tertangkap basah petugas saat sedangkan menggunakan jasa esek-esek itu di gelapnya malam hanya dengan beralaskan spanduk.

Pos terkait