Gakkum LHK Tetapkan Dua Tersangka Penyelundupan Burung Papua

penyelundupan burung papua secara ilegal
PENYELUNDUPAN:Anggota Lanal Banjarmasin dan Satgas Operasi Intel Mandau berhasil mengamankan penyelundupan hewan dilindungi yang berasal dari Pelabuhan Bade Kabupaten Mappi Papua dengan tujuan Probolinggo Jawa Timur yang menggunakan kapal MV Vison Global, Sabtu (22/10). (Istimewa/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK), Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan dua tersangka kasus penyelundupan hewan dilindungi asal Papua.

Mereka ditangkap di Teluk Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (22/10) lalu.

Bacaan Lainnya

“Setelah melakukan pemeriksaan, tim dari Dirjen Gakkum LHK wilayah Kalsel-Teng menetapkan dua tersangka,” kata Kepala Kantor SKW II BKSDA Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi di Pangkalan Bun, Senin (31/10).

Kedua tersangka penyelundupan yakni BD yang bertugas sebagai nakhoda dan HF masinis Kapal MV Vision Global. Sebelumnya mereka diamankan oleh anggota Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Manadau.

Dendi mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini kedua pelaku penyelundupan diamankan di Mapolres Kotawaringin Barat sebagai tahanan titipan Gakkum LHK.

“Untuk kedua tersangka dititipkan di Polres Kobar sebagai tahanan titipan, untuk selanjutnya kita tunggu dari Gakkum LHK saja,” ucap Dendi.

Baca Juga :  Kapitan Membara Dua Rumah Jadi Arang

Dendi mengatakan para pelaku diduga melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistemnya. Ancaman hukuman penjara maksimal 5 Tahun dan Denda Rp100.000.000.

Diketahui, Anggota Lanal Banjarmasin dan Satgas Operasi Intel Mandau berhasil mengamankan penyelundupan hewan di lindungi yang berasal dari Pelabuhan Bade Kab Mappi Papua dengan tujuan Probolinggo Jawa Timur yang menggunakan kapal MV Vison Global, Sabtu (22/10).

Sebanyak 76 ekor burung khas Papua yang berhasil di amankan yakni tujuh ekor Kakak tua hitam raja, 23 ekor kakak tua jambul kuning, satu ekor dara hutan, satu ekor cucak emas, 36 ekor nuri kepala hitam, tiga ekor kakak tua bengkok, satu ekor jagal papua, satu ekor pleci, dua ekor kasuari, dan satu ekor branjangan.

Pos terkait