SAMPIT, Radar Sampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pasar murah, yang digelar mulai hari ini di pasar eks Mentaya Sampit.
Bupati Kotim Halikinnor melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman mengatakan, partisipasi Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) selaku anggota TPID Kotim untuk membantu jalannya kegiatan pasar murah tersebut.
“Terkait dengan pelaksanaan pasar murah diminta kerjasama SOPD selaku anggota TPID agar dapat menunjuk petugas untuk bersama-sama dan membantu kegiatan pasar murah agar dapat terlaksana dengan baik, sukses dan lancar,” ujarnya.
SOPD yang merupakan anggota TPID antara lain, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Kotim.
“Juga diminta kepada Kepala Disperdagin dan Kepala Dinas Pertanian Kotim agar membawa para pedagang maupun petani untuk diikutkan sebagai penjual, pada kegiatan pasar murah tersebut,” imbuh Fajrurrahman.
Dijelaskannya, pasar murah di Kotim digelar dalam rangka membantu dan meringankan beban masyarakat menghadapi kenaikan harga beberapa kebutuhan bahan pokok yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan inflasi di Kota Sampit.
Diinformasikan, Pemkab Kotim melalui TPID Kotim bersama dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan pasar murah bahan pokok bagi masyarakat di Kotim khususnya di Kota Sampit, yang dilaksanakan selama dua hari, mulai hari ini 30 Agustus hingga 31 Agustus 2022.
Kepala Disperdagin Kotim Zulhaidir menjelaskan, kegiatan pasar murah yang berlokasi di pasar eks Mentaya Sampit akan menjual sejumlah komoditas pokok yakni bawang merah, lombok (cabe rawit) dan telur ayam ras.
“Ada 12 pedagang yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pasar murah, antara lain menjual lombok, bawang merah dan telur ayam,” sebutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Sepnita menyatakan, dari Dinas Pertanian akan melibatkan sejumlah petani cabai yang ada di wilayah ini, antara lain yang berasal dari Kelurahan Tanah Mas 4 orang, Kelurahan Mentawa Baru ketapang 4 orang, Kelurahan Pasir Putih 3 orang, dan Kelurahan Mentaya Seberang 1 orang petani.
“Kalau yang menyiapkan telor ayam ras hanya 1 orang, sedangkan untuk bawang merah diurus oleh Disperdagin,” terangnya.
Digelarnya pasar murah tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari. Harga bahan pokok tersebut akan dijual mengikuti harga pasar pada saat ini.
Diinformasikan, pemerintah daerah dan BI perwakilan Provinsi Kalteng akan memberikan atau membantu subsidi atas masing-masing bahan pokok tersebut kepada masyarakat, dengan besaran bawang merah disubsidi Rp 10.000/Kg, cabai rawit disubsidi 10.000/Kg, dan telur ayam ras disubsidi Rp 5000/sap.
Kegiatan pasar murah ini diharapkan mampu menstabilkan harga dalam rangka pengendalian inflasi di Kotim. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat diharapkan mempunyai kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya.
Sementara itu sudah dua pekan terakhir ini harga telur ayam di pasaran mengalami kenaikan hingga Rp 2.000/sap (isi 30 biji telur). Pedagang umumnya menjual tergantung dari ukuran besar kecilnya telur. Untuk telur yang berukuran kecil hingga sedang dijual dengan harga Rp 60 ribu/sap, ukuran besar Rp 62 ribu, ukuran jumbo Rp 64 ribu. Untuk harga bawang merah di pasaran saat ini berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu/Kg, sedangkan lombok atau cabai rawit Rp 50 ribu/Kg. (yn/gus)







