Pemerintah Siapkan Rp37,41 Triliun untuk IKN

ikn nusantara
INFRASTRUKTUR: Progres pembangunan istana negara dan lapangan upacara IKN dipotret dari kawasan Plaza Seremoni, Minggu (26/5/2024) lalu. Istana negara dan lapangan upacara ditargetkan rampung Agustus nanti atau kurang tiga bulan lagi. (RIKIP AGUSTANI/KALTIM POST)

JAKARTA, radarsampit.com – Pemerintah terus menggelontorkan anggaran besar untuk membiayai proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tahun ini, Kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyiapkan anggaran sebesar Rp37,41 triliun untuk mengebut pekerjaan fisik. Namun, DPR RI tidak yakin infrastruktur yang sedang dibangun bisa digunakan pada Agustus mendatang.

Besaran anggaran untuk IKN terungkap dalam rapat kerja (Raker) antara Komisi V DPR RI dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di komplek parlemenm Senayan kemarin (6/6). Menurut Basuki, anggaran untuk IKN per 30 Mei sebesar Rp37,41 triliun. “Itu berdasarkan data per 30 Mei 2024,” terang Basuki dalam rapat kemarin.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, anggaran Rp37,41 triliun itu diperuntukkan untuk Infrastruktur sumber daya air sebesar Rp1,57 triliun, yaitu pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai 1A, kemudian lanjutan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yang progresnya mencapai 100 persen, serta pembangunan embung KIPP dengan progres capaian 96 persen.

Baca Juga :  Jokowi Saksikan Kesepakatan Kerja Sama PLN dengan 9 Perusahaan di ICBF China 2023

Selanjutnya, untuk infrastruktur jalan dan jembatan menelan anggaran Rp17,56 triliun. Dengan rincian, untuk pembangunan Jalan Tol IKN 5A dengan progres 85 persen, Tol IKN 3B progres 83 persen, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek II yang mencapai progres 74 persen.

Kemudian, jalan akses Bandara VVIP dengan progres 18 persen, Jalan Sumbu Kebangsaan sisi Barat dengan progres 14 persen dan Jalan Sumbu Kebangsaan sisi Timur dengan progres 10 persen, dan Jalan Feeder (Distrik) di Kawasan IKN dengan capaian 73 persen.

Anggaran dari APBN itu juga diperuntukan untuk infrastruktur permukiman sebesar Rp11,42 triliun. Rinciannya, pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dengan progres 65 persen. Pembangunan IPA ditargetkan sudah bisa berfungsi pada Juli mendatang.

Proyek berikutnya adalah Jaringan Perpipaan Transmisi SPAM Sepaku Paket 2 dengan progres 95 persen, Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara dengan progres 69 persen, serta pembangunan Kantor Kementerian Koordinator yang sudah mencapai progres 64 persen.



Pos terkait