Pemkab Beri Peringatan Keras ke Pemilik Warung Remang-Remang

MEMANTAU LANGSUNG: Bupati Kotim Irawati memantau langsung pembongkaran warung remang-remang di Jalan Moh Hatta Sampit, Kamis (11/3).(YUNI/RADAR SAMPIT )

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau pemilik bangunan atau warung remang-remang di Jalan Moh Hatta Sampit, agar tidak lagi menyewakan tempatnya untuk perbuatan maksiat. Apabila nantinya lokasi itu masih jadi tempat prostitusi terselubung, akan ditindak tegas.

”Imbauan kami, supaya tidak lagi membangun warung yang ada tempat atau kamar dan punya pelayan atau anak buah sebagai pelayan yang tidak benar,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotim Rusmiati.

Bacaan Lainnya

Dari puluhan bangunan di sepanjang jalan tersebut, tidak sedikit yang membuka warung kopi murni untuk berjualan. Namun, tetap saja ada yang menjadi warung kopi sebagai kedok saja.

”Kalau memang mau berjualan yang halal silakan saja. Asal warung tersebut jangan dijadikan tempat perbuatan yang tidak-tidak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya hanya memberikan imbauan dan peringatan. Tidak ada satu pun yang dibawa Dinas Sosial. Namun, jika peringatan tersebut lagi-lagi diabaikan, pihaknya tidak segan-segan mengangkutnya.

Baca Juga :  Bebaskan Masyarakat Desa di Kotim dari Jajahan Kegelapan Malam

”Akan terus dipantau oleh SOPD yang berwenang,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pembinaan. Dalam hal pembinaan, selanjutnya sesuai dengan program di Dinsos, seperti pelatihan wirausaha pembuatan kue, menjahit, dan lainnya. Ditambah dengan bantuan alat-alat untuk berusaha.

Sebelumnya diberitakan, Bisnis haram berupa prostitusi liar berkedok warung remang-remang di Kotim seolah sulit dihentikan. ”Perlawanan” diberikan para pelakunya dengan terus kembali beroperasi meski berulang kali ditertibkan. Pemkab berupaya memutus ”perlawanan” itu dengan memberikan ancaman memproses pelakunya jika mengulangi perbuatan yang sama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.