Penadah Dan Penggelap Solar Divonis Berbeda

mobil tangki
ilustrasi

NANGA BULIK, RadarSampit.com -Tiga terdakwa penggelapan solar perusahaan menerima vonis atas tindak kejahatannya, Rabu (7/9). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nanga Bulik menjatuhkan vonis berbeda sesuai peran masing-masing.

Terdakwa pertama, Tinus divonis 6 bulan penjara. Sebelumnya dituntut oleh JPU dengan pidana selama 7 bulan. Ia merupakan pekerja PT. Karda Traders dengan jabatan Staf Logistik sejak Januari 2016 dengan tugas dan tanggung jawab untuk membongkar minyak yang datang dari Pangkalan Bun, menjaga gudang oli, mengisi minyak mobil operasional. Terdakwa mendapatkan gaji setiap bulan dari PT. Karda Traders sebesar Rp.3.331.810.

Bacaan Lainnya

Kemudian yang kedua adalah terdakwa Slamet yang merupakan supir tangki PT Karda Traders juga divonis pidana 6 bulan penjara , lebih rendah 1 bulan dari tuntutan. Ia selama ini menerima gaji bersih sebesar Rp 3.915.000 berdasarkan slip gaji bulan Mei tahun 2022.

“Terdakwa Tinus dan Slamet sebagai karyawan perusahaan dinyatakan bersalah melakukan Penggelapan,” ungkap Humas PN Nanga Bulik, Ade Andiko.

Baca Juga :  Dibuka Pendaftaran Anggota PPK dan PPS KPU Lamandau

Terdakwa ketiga, Teguh yang merupakan penadah BBM divonis 4 bulan penjara. Sebelumnya ia dituntut JPU dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Seperti diketahui bahwa kasus ini berawal pada Minggu, 22 Mei 2022 sekitar jam 13.30 WIB, di Base Camp PT. Karda Traders KM.68, Desa Petarikan, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau.

Saat itu Slamet dari Pangkalan Bun mengemudikan truk tangki dengan berisikan muatan solar sebanyak 5.000 liter dengan harga per liternya Rp.18.913.

Namun saat Tinus melakukan bongkar muat BBM tersebut, ia mendengar Slamet mengeluh tidak punya uang. “Habis lebaran gak punya duit nus, kosong total, pulsa aja gak ada,” ujar Slamet saat itu.

Pos terkait