Perjuangan Pedagang Ikan Asin Bantu Penderita Diabetes

Dijauhi Orang gara-gara Penyakitnya, Pontang-Panting Urus Pengobatan

diabetes
MEMPRIHATINKAN:  Kudori berfoto bersama Hepriyono, orang yang ia bantu di Jalan Tjilik Riwut, Kamis (5/10/2023) sore. (HENY/RADAR SAMPIT)

Menolong tak harus menunggu kaya. Kebaikan kecil yang dianggap biasa saja, bisa sangat berharga bagi seseorang yang merasa terbantu. Pedagang ikan asin asal Seruyan, rela tak bekerja demi memprioritaskan kesembuhan penderita diabetes yang bahkan tak ada ikatan keluarga.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Pertemuan Achmad Kudori (47) dan Hepriyono (35) diawali di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua tahun lalu, keduanya pernah menjadi karyawan di sebuah perkebunan kelapa sawit.

Berada di satu tempat pekerjaan yang sama, membuatnya saling mengenal dengan Hepriyono. Ketika itu, kesehatan Hepriyono sudah memburuk. Jari tangannya habis digerogoti penyakitnya; diabetes mellitus.

Tak hanya jari tangan, kaki sebelah kirinya juga mulai tak beres. Luka yang terus melebar, bernanah, dan mengeluarkan aroma busuk, membuat sesama karyawan mulai menjauhinya.

”Dua tahun lalu saat saya masih satu pekerjaan dengan Yono (sapaan akrab Hepriyono), sudah melihat jari tangannya tidak ada karena penyakitnya. Ditambah kakinya yang luka dan bernanah dan terus melebar. Jadi, menimbulkan bau yang membuat sesama karyawan menjauhi,” kata Kudori saat diwawancarai Radar Sampit di depan warung kontainer jajanan minuman di pinggir Jalan Tjilik Riwut, Kamis (5/10) sore.

Kondisi kesehatan Hepriyono yang semakin memburuk dan tidak optimal bekerja membuatnya diberhentikan. ”Bos sudah memberhentikan, karena sudah tidak bisa diperkerjakan. Selama satu kerjaan, hanya saya mau berkawan tanpa memandang penyakitnya. Setelah dia berhenti kerja, saya tampung dia ikut di penginapan rumah di Desa Pelantaran,” ujarnya.

Beberapa bulan kemudian, pekerjaan di tempatnya bekerja menghadapi masalah, hingga membuat pekerjaan itu tutup. ”Saya saya memutuskan pergi ke Bangkal mencari pekerjaan lain dan berpamitan dengan Hepriyono,” katanya.

Tak disangka, Hepriyono malah menangis sedih saat ingin ditinggal Kudori. Yono tidak ingin berpisah dengan orang yang sudah berbuat baik padanya. Padahal, Yono anak keempat dari lima saudara. Ia memiliki saudara yang tinggal di Desa Pelantaran, ada pula yang tinggal di Kuala Pembuang dan di Tumbang Penyahuan

”Saya pamit, dia malah menangis, tidak mau ditinggal. Katanya, bagaimana pun hidup matinya maunya sama saya. Akhirnya, Yono saya bawa ke Bangkal,” katanya.

Kudori belum memiliki rumah pribadi dan hanya menyewa di rumah sederhana. Dia lalu menitipkan Yono ke tempat keponakannya, Yunita (anak dari kakak Kudori) di Bangkal, tak jauh dari rumah Kudori.

”Saya punya empat anak. Anak pertama kuliah, anak kedua bekerja di Sebabi, ketiga kerja di Sampit keempat kerja di Kuala Pembuang. Hanya ada istri di rumah, saya keliling kerja jualan ikan asin dan terkadang istri juga ikut jualan, jadi kasihan kalau Yono tidak ada yang mengurus di rumah saya. Makanya, Yono ikut tinggal makan dan tidur di rumah keponakan saya, mereka juga tidak keberatan,” kata Kudori.

Dua tahun berlalu, Yunita dan suaminya merawat Yono. Yunita mengungkapkan kesedihannyanya ke pamannya, Kudori. ”Baru-baru ini, keponakan saya menelepon. Bukan keberatan Yono ikut makan tidur, tetapi merasa kasihan dan menangis sedih dengan Yono karena melihat sakitnya yang semakin parah dan harus segera diobati,” ujarnya.

Berbekal uang secukupnya, Kudori kemudian membantu mengurus pengobatan Yono. Karena Yono belum memiliki identitas KTP, Kudori membantu mengurus KTP dan KK Yono ke Disdukcapil Kotim.

”Saya sadar, keadaan saya juga susah seperti ini, tapi saya memilih bantu orang yang lebih sakit dari saya. Yang duluan saya pikirkan bagaimana caranya dia harus punya KTP, karena tanpa KTP, dia sulit membuat kartu BPJS dan akan sulit untuk dirawat ke rumah sakit. Tiga hari lalu saya ke Disdukcapil. Alhamdulillah saya dibantu. Urusan saya dipermudah. KTP dan KK dibantu cepat cetak hari itu juga,” katanya.

Pos terkait