PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Polemik kepimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalteng terus berlanjut. Marcos Tuwan yang sebelumnya terpilih sebagai pelaksana tugas berdasarkan hasil Rapat Pleno di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, menuding KONI Pusat membuat permasalahan kian membesar.
Kubu Marcos memastikan penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua KONI Kalteng sudah sesuai aturan. Sebaliknya, kubu Christian Sanco yang saat ini sebagai ketua harian KONI Kalteng juga mengklaim benar. Terlebih dengan adanya penunjukan dan surat mandat padanya untuk melaksanakan tugas sebagai Ketua Umum KONI Kalteng.
Kepada wartawan usai koordinasi dengan sejumlah pengurus KONI Kalteng, Marcos mengatakan, pihaknya akan ketegasan dari KONI Pusat terkait personel yang ada. Termasuk keputusan KONI pusat menganulir hasil rapat pleno terkait Plt Ketua.
”Kami ingin menegaskan terkait hal itu. Saya sampaikan bahwa KONI Pusat tidak tahu ada pleno terkait Plt. Saya sampaikan hal itu sudah sesuai prosedur. Ada Kadispora juga sebagai perwakilan pemerintah provinsi,” ujarnya.
Marcos menegaskan, roda kepemimpinan KONI Kalteng sedang kosong. Harusnya, pascamundurnya Edy Raya dari ketua umum, KONI pusat tidak perlu ikut campur. ”Aturan organisasi jelas, bahwa begitu mundur harus ada rapat pleno dan itu perintah AD/ART KONI. Tidak ada istilah pelimpahan tugas rutin,” ujarnya.
Marcos menuturkan, dalam penyelesaian masalah itu Sanco juga hendaknya mengajak rapat unsur pimpinan, sehingga persoalan bisa terselesaikan. Bukan malah membuat surat sosialisasi kepada kabupaten/kota terkait persoalan yang ada.
”Konkretnya harusnya sesuai surat KONI Pusat. Harus dilaksanakan pleno dan untuk membuat musyawarah luar biasa. Makanya saya nilai Sanco juga tak menaati aturan. Walaupun begitu, kami tidak ingin berpolemik,” ujarnya.
Marcos menambahkan, KONI pusat telah membuat masalah, sehingga pihaknya akan segera menyurati dan mempertanyakan surat pleno yang telah dikirim. ”Kami akan bertindak dengan menempuh jalur hukum, bahkan somasi,” katanya.
Marcos menambahkan, persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan sesegera mungkin dengan melaksanakan rapat pleno untuk memilih Plt Ketua dan melaksanakan musyawarah luar biasa untuk memilih ketua umum definitif.
”Jadi, ayo laksanakan dan kita selesaikan persoalan yang ada. Kalau Sanco mau, bisa saja ketemu dan melaksanakan rapat pleno. Harusnya Sanco menanggalkan egonya. Duduk satu meja dan selesaikan segera. Kasihan cabor dan ini kita juga menjelang porprov,” katanya. (daq/ign)








