Ketua RT 16 Kelurahan Sidorejo, Jumri membenarkan bahwa baik kontraktor timbunan maupun pemilik bangunan tidak pernah meminta izin atau setidaknya permisi kepada ketua lingkungan setempat.
“Tidak ada izin dan ketika terjadi hal seperti ini yang direpotkan warga dilingkungan kita,” keluhnya.
Mengingat jumlah korban semakin banyak, warga menghubungi Mako Damkar untuk meminta pertolongan pembersihan ruas jalan.
Satu unit water suplai dan alat semprot yang dikerahkan segera beroperasi, mesti hujan lebat mengguyur personel Damkar terus berusaha membersihkan jalan hingga selesai pada pukul 23.00 WIB. (tyo/sla)