Resah Terancam Jadi Pengangguran, Honorer Kotim Siapkan Mental

Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT, RadarSampit.com – Ribuan honorer di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilanda keresahan. Nasib mereka belum jelas akibat kebijakan pemerintah pusat menghapus tenaga kontrak. Apalagi pekan ini mereka mulai menjalani seleksi. Bayang-bayang pengangguran dan sulitnya perekonomian menghantui aktivitas harian mereka.

Seorang honorer di salah satu instansi, LA, mengaku tidak karuan beraktivitas beberapa hari terakhir ini. Apalagi sejak beredarnya kabar sebanyak 700 honorer akan diberhentikan. Dia khawatir masuk dalam daftar tersebut. Apalagi dirinya hanya mengenyam pendidikan terakhir sampai SMA.

Bacaan Lainnya

”Jujur, beberapa hari ini rasanya sedang stres. Tidur dan makan pun tidak ada enaknya,” ujar LA yang sudah mengabdi hampir sepuluh tahun ini.

LA menuturkan, selama menjadi honorer, dia tidak pernah membuat masalah. Bahkan, tidak menuntut untuk diangkat menjadi PNS atap minta naik gaji. ”Kami bekerja sebagai honorer ini yang penting bekerja dan ada penghasilan per bulan. Kami tidak masalah digaji dengan nominal jauh di bawah UMK (upah mininum kabupaten, Red),” katanya.

Baca Juga :  Tiga Balon Gugur, Susilo Berpeluang Kembali Pimpin Kadin Kotim

Sejumlah honorer lainnya mengatakan hal tak jauh beda. Mereka harap-harap cemas dengan kebijakan pemerintah yang menghapus pekerjaan mereka selama ini. Para tenaga kontrak itu pasrah apakah mereka dilanjutkan atau diberhentikan.

”Kalau sudah begini, kami serahkan kepada nasib saja lagi,” kata tenaga kontrak yang meminta namanya tak disebutkan.

Perempuan lulusan salah satu perguruan tinggi ternama ini mengaku galau lantaran baru saja mengambil rumah. Angsurannya dibayar per bulan dari penghasilannya sebagai tenaga kontrak. ”Masalahnya, saya ini baru saja ambil rumah baru enam bulan. Eh, tahunya ada kabar buruk ini,” ujarnya.

Pos terkait