Sering TikTokan, Suami Bantai Istri

TKP: Lokasi kejadian suami menghabisi istri di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Djasmi, 46, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Jalan Wisma Tirto Agung Asri Kav 4, Gunung Anyar, Surabaya, Jumat (15/10) siang. Jenazah perempuan asal Desa Senepo, Kecamatan Slehong, Ponorogo, itu ditemukan kali pertama oleh anaknya, Septia Pratama.

Korban meninggal dunia karena dibunuh suami sirinya, IA, dengan cara dipukul menggunakan potongan besi di bagian kepala. Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, sebelum kejadian pembunuhan, korban sempat menelepon anaknya, Septia Pratama, untuk segera pulang ke rumah. Tak lama kemudian, Septia pulang ke rumah sekitar pukul 10.40.

Bacaan Lainnya

Saat itu, kondisi rumah terkunci dari luar. Saksi lalu mendobrak paksa pintu dari luar. Nahasnya, saat itu korban sudah tergeletak bersimbah darah di lantai rumah. Namun, masih bernapas. Septia sempat mengangkat tubuh korban. Beberapa saat kemudian, korban mengembuskan napas terakhir di pelukan anaknya.

“Ibu sempat telepon saya sambil menangis karena sudah tidak kuat lagi. Saya waktu kejadian kerja, lalu pulang,” ungkap Septia di lokasi kejadian, Jumat (15/10).

Setelah ibunya meninggal dunia, ia melapor ke sekuriti perumahan sekitar pukul 12.00. Selanjutnya diteruskan ke polisi. “Di rumah ibu tinggal sama bapak dan saya,” ucapnya. Selama ini, pelaku yang sudah menikah dengan korban sering mengingatkan korban untuk tidak main media sosial (medsos).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana mengungkapkan, setelah menerima laporan, Satreskrim bersama Tim Inafis melakukan identifikasi dan olah TKP. “Hasil olah TKP ada luka di kening kiri kemudian, di kepala belakang sampai kulitnya terkelupas, sehingga korban kehabisan darah meninggal dunia di pangkuan putranya,” ujar Mirzal di sekitar lokasi kejadian.

Mirzal menjelaskan, sebelum meninggal dunia korban sempat menelepon putranya bila dirinya mendapatkan penganiayaan dari, IA, yang merupakan suami siri korban. Menurut Mirzal, korban diduga sempat cekcok dengan pelaku. “Korban dianiaya menggunakan potongan besi dipukulkan ke kepala,” bebernya.

Mantan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim ini menyebutkan, diduga penganiayaan terjadi karena pelaku cemburu sebab korban sering membuat konten di media sosial (TikTok) yang memancing netizen untuk berkomentar. “Motif sementara yang kami lihat karena pelaku cemburu, korban sering buat konten di medsos. Kemudian mereka cekcok akhirnya terjadi pembunuhan,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *