Seru Nih…!!! H Joni Ajak Siswa Bikin Pupuk Organik  

pupuk organik
Proses pembuatan pupuk organik berbahan dasar dedaunan di SMA Muhammadiyah Sampit, Rabu (17/3) .(YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Siswa SMA Muhammadiyah Sampit praktik pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan daun melalui proses fermentasi oleh mikroba, Rabu (17/3). Pembuatan pupuk organik didampingi oleh guru pembimbing H Joni.

H Joni menjelaskan, penggunaan mikroba sebagai pengurai sangat baik bagi lingkungan. “Tidak berbahaya bagi lingkungan karena yang mengurai mikroba, bukan zat kimia,” kata H Joni.

Bacaan Lainnya

Kotoran ternak dan dedaunan juga mudah didapatkan, murah, dan ramah lingkungan. Pembuatan pupuk organik ini sengaja diperkenalkan kepada anak didik agar mereka mengenal pertanian.

“Pertanian butuh teknologi dan inovasi untuk meningatkan hasil pertanian,” sebut Joni yang berprofesi sebagai Notaris sekaligus dosen STIH Sampit ini.

Diharapkan dengan riset sederhana yang dilakukan di halaman sekolah itu dapat menambah wawasan, pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi mereka.

Jenis mikroba ada bermacam-macam dan memiliki cara kerja berbeda-beda.  Selain mikroba, campuran lain yang digunakan adalah booster yang mengandung mikro nutri herbal dan nutrisi tinggi untuk mendukung kehidupan alam dan tanaman maupun pengisian bahan organik.

Baca Juga :  Karhutla di Mendawai Seberang Ditangani Polda

Untuk cara pemakaian 10 ml mikroba dicampur dengan 1 liter air. Booster juga bisa diberikan bersamaan dengan mikroba, cukup ditambahkan sebanyak 20 ml.

Setelah semuanya tercampur kemudian ditutup rapat dan disimpan dalam suhu ruang. Untuk pupuk organik berbahan kotoran ternak difermentasi selama satu bulan. Sedangkan pupuk organik berbahan dasar daun difermentasi selama tiga bulan baru dapat dimanfaatkan. Selain sebagai pupuk, daun yang telah difermentasi juga bisa dimanfaagkan sebagai pakan ikan lele ataupun nila. (yn/yit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.