Sudah 8.810 Orang Berlayar Tinggalkan Kotawaringin Barat

mudik jalur laut
MUDIK: Calon penumpang KM Satya Kencana III saat menunggu keberangkatan kapal di terminal Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Senin (25/4). (RINDUWAN/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Sebanyak 8.810 orang telah mudik meninggalkan Kotawaringin Barat menuju ke sejumlah kota di Pulau Jawa.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kumai, Hary Suyanto mengatakan bahwa arus mudik melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) di Tempenek berjalan lancar.

“Ribuan orang telah mudik meninggalkan Kobar ke Jawa melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai,” kata Hary Suyanto, Senin (25/4).

Secara rinci, untuk warga yang meninggalkan Kobar yang terpantau sejak H – 15 atau tanggal 17 April terus hingga 25 April. Terdapat 13 keberangkatan dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan Pelabuhan Roro di Tempenek Kumai.

“Hingga hari ini terdapat dua keberangkatan yakni KM Dharma Rucitra 9 ke Semarang mengangkut 740 penumpang dan KM Satya Kencana III ke Surabaya dengan penumpang 358 orang,” ujarnya.

Selanjutnya untuk secara keseluruhan penumpang kapal laut yang meninggalkan Kobar sejak H-15 hingga H-7 ini sudah ada 8.810 orang dengan tujuan Kendal, Semarang, dan Surabaya.

Baca Juga :  Aneh! Tak Dapat Kartu Tani, Tapi Tetap Diminta Menyusun RDKK

Untuk kedepan, lanjut Hary bahwa arus pemudik bakal terus berlanjut hingga H-1 atau tanggal 30 April. Nantinya masih terdapat 9 keberangkatan dari Kobar ke Jawa.

“Untuk tiket penumpang kapal mendekati lebaran ini sudah banyak yang terpesan jauh hari seperti PT DLU dan Pelni. Tinggal dari ASDP yang terus memberikan update terbaru, karena sistem pembelian tiket masih secara manual,” jelasnya.

Sehingga dipastikan setiap kedatangan maupun keberangkatan kapal berjalan aman dan lancar. Pasalnya selain dari KSOP Kumai, untuk kemananan juga terdapat dari tim gabungan.

Termasuk seluruh penumpang telah mengikuti syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Yang tekah vaksin booster dibebaskan PCR dan Antigen. Kemudian vaksin kedua diwajibkan antigen negatif dan vaksin dosis pertama ini wajib PCR negatif. (rin/sla)

Pos terkait