Kolam bekas galian itu memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, bahkan lebih di beberapa titik. Angel, dengan tinggi badan 153 sentimeter, diketahui tidak bisa berenang.
“Kemungkinan dia berpindah ke bagian yang lebih dalam tanpa disadari,” katanya.
Diduga, Angel tenggelam selama lebih dari dua jam. Sekitar pukul 14.30 WIB, setelah upaya pencarian melibatkan berbagai pihak, tubuh korban akhirnya ditemukan.
Meski sempat dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit dan mendapat pertolongan medis, nyawa Angel tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pukul 16.10 WIB dan dipulangkan ke rumah duka.
“Kami menggelar ibadah perkabungan malam pertama. Rencananya jenazah akan dikremasi Sabtu atau Minggu,” ucap perwakilan keluarga.
Tangis Merisa kembali pecah. Kehilangan putri sulungnya meninggalkan kehampaan mendalam.
“Angel sudah tidak ada. Bagaimana hidup saya tanpa dia. Sekarang tinggal satu anak saya,” ucapnya di hadapan jemaat, membuat suasana rumah duka larut dalam isak.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam membenarkan pihaknya telah melakukan penanganan darurat.
“Tim Reaksi Cepat membawa korban ke IGD RSUD dr Murjani. Korban dinyatakan meninggal pukul 16.10 WIB, dan sekitar pukul 17.17 WIB diantar ke rumah duka,” jelasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa liburan tak selalu berakhir bahagia. Bagi Merisa, Tahun Baru 2026 tak lagi tentang harapan, melainkan tentang kehilangan yang akan dikenang seumur hidup. (hgn)







