Tak Sabar Ibadah Haji, Jemaah Umrah di Sampit Meningkat

jemaah umrah kotim
DILEPAS: Calon jemaah yang melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi dilepas secara resmi oleh Kemenag Kotim di Bandara Haji Asan Sampit, belum lama ini. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Minat masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan ibadah umrah menintkat pada tahun 2022 hingga tahun ini. Sebagian mereka tak sabar untuk menginjak Tanah Suci karena lamanya daftar tunggu calon haji.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Khairil Anwar melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Sublianur mengatakan, jumlah jemaah umrah pada keberangkatan tahun 2022 mencapai 526 jemaah.

Bacaan Lainnya

Peningkatan jemaah yang melaksanakan ibadah umrah dikarenakan masyarakat yang memiliki rezeki berlebih tak sabar menunggu jadwal tunggu keberangkatan haji. Sehingga, memilih berangkat melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu.

”Tahun 2020 dan 2021 tidak ada keberangkatan ibadah haji yang disebabkan pandemi Covid-19. Tahun 2022 mulai ada keberangkatan, tetapi kuotanya dibatasi dan ada aturan batasan usia untuk 60 tahun ke atas yang rentan tertular virus penyakit ditunda keberangkatannya dengan alasan untuk menjaga kesehatannya,” kata Sublianur, Selasa (7/2).

Baca Juga :  Bandara Haji Asan Sampit Terancam Sepi, Hal Ini yang Harus Dilakukan

Aturan batasan kuota dan usia membuat masyarakat yang memiliki uang berlebih memilih berangkat melaksanakan perjalanan umrah melalui jasa biro travel umrah.

”Tahun 2023 ini, insya Allah sudah tidak ada pembatasan kuota maupun batas usia. Mudah-mudahan tahun ini kuota calon jemaah haji yang diberangkatkan kembali normal,” katanya.

Sebelumnya, Kemenag RI menerima informasi dari pemerintah Arab Saudi yang menaikkan biaya layanan masyair yang berimbas terhadap naiknya biaya perjalanan ibadah haji.

Kemenag mengusulkan normalisasi pemberian nilai manfaat sebesar Rp29.700.175 atau 30 persen dan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebesar Rp69.193.733 atau 70 persen ditanggung calon jemaah haji. Dengan demikian, Bipih tahun 2023 diperkirakan naik Rp30 juta menjadi Rp69,2 juta dari Rp39,8 juta di tahun 2022.

”Angka pastinya masih belum ditetapkan. Insya Allah Februari ini akan ditetapkan nilai biaya perjalanan ibadah haji tahun 2023 yang kemungkinan besar akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.



Pos terkait