Tangis Pecah di Pemakaman Angel, Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam di Pemandian Alam Salju

pemakaman angel juliana tan
Angel Juliana Tan, korban tenggelam di Wisata Alam Salju saat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jalan Jenderal Sudirman KM 6, Sabtu (3/1). (Heny/Radar Sampit)

“Omnya Isur dan Hamlan mencari dan menyentuh kaki Angel di tengah kolam areal dewasa, sekitar 5 meter dari tali pembatas areal anak-anak. Saat di areal kolam dewasa ini bawahnya berlumpur ada lubang,” lanjut Mirisa.

Saat proses pencarian, menurutnya pihak pengelola hanya mengumumkan melalui pengeras suara tanpa terjun langsung ke kolam mencari korban.

Bacaan Lainnya

“Saya sendiri yang terjun ke kolam. Seharusnya di tempat wisata umum seperti ini, ada tim penyelamat yang siaga, peralatan safety juga tidak ada. Saya sempat marah, kalau hanya pemberitahuan lewat mic tanpa ada yang terjun langsung ke kolam bagaimana korban bisa ditemukan,” sahut Hamlan salah satu Paman Angel.

Saat berada di daratan tanah, beberapa pengunjung lain ikut membantu. “Sudah dengan berbagai upaya di lakukan, pertolongan pertama, kaki di naikkan ke atas tetap tidak sadar, kami bawa naik mobil pribadi, setelah itu tidak lama tim BPBD datang mengawal kami sampai ke rumah sakit. Namun, Angel dinyatakan sudah wafat jam 16.10 WIB,” papar Hamlan.

Atas kejadian ini, Hamlan mewakili pihak keluarga korban menuntut pertanggungjawaban dari pihak pengelola atas kelalaian dalam menjamin keamanan Wisata Pemandian Alam Salju.

“Kami tunggu itikad baik dari pihak pengelola. Untuk saat ini kami belum berpikir memproses ini ke jalur hukum, namun harus ada bentuk pertanggungjawaban dari pihak pengelola karena musibah ini terjadi di situ,” tegasnya.

Saat mengujungi Wisata Pemandian Alam Salju, pengunjung datang tidak gratis. Pengunjung dewasa dikenakan tarif masuk Rp 10.000 dan anak-anak Rp 5.000.

“Hari kedua kematian Angel, pihak pengelola ada datang kemari memberikan sembako dan mengatakan akan kemari lagi. Jadi, kami tunggu itikad baiknya,” papar Hamlan.

Ia kembali menegaskan, dalam hal ini, pihak keluarga korban menuntut pertanggungjawaban biaya pemakaman hingga selesai yang menelan dana lebih dari Rp 20 juta.

Secara rinci ia mengungkapkan biaya peti mati Rp 4 juta, gali lubang kuburan Rp 3 juta, suntik formalin Rp 2 juta, konsumsi makanan selama tiga hari berturut-turut ibadah perkabungan Rp 10 juta belum termasuk daging babi 50 kg seharga Rp 6,5 juta.

Pos terkait