Terapkan Teknologi Karbonisasi Dalam Pengolahan Sampah

JONI
Dr Joni

SAMPIT, RadarSampit.com – Masalah menumpuknya sampah di Kota Sampit yang tidak terangkut truk sampah mendapat perhatian dari pengamat lingkungan Dr. Joni.  Menurutnya, bukan truk dan masyarakat yang salah, tetapi mindset pengelola sampah yang perlu diubah.

Dinas Lingkungan Hidup Kotim sebagai pengelola sampah seharusnya menjadi regulator saja. Dinas tinggal menyiapkan anggaran biaya angkutan dan anggaran pengolahan sampah, lalu menawarkan ke swasta untuk melakukannya.

Bacaan Lainnya

”Saya punya keyakinan, kasus sampah yang menumpuk ini tidak akan terulang,” ujar Joni.

Sepanjang pengelolaan sampah belum berubah, permasalahan sampah ini tidak akan selesai dari hulu ke hilirnya. Joni pun mencontohkan pengelolaan sampah oleh perusahaan swasta Sampangan. Sampah diolah ke dalam the magic box. Kotak ini yang bisa memproses semua jenis sampah tanpa dipilah, untuk kemudian diolah menjadi asap cair, karbon padat, dan pupuk cair.

Baca Juga :  Ana dan Kawan-Kawan Menangkan Gugatan Tanah

Sampangan mengenalkan teknologi karbonisasi dalam pengolahan sampah. Teknologi ini dipatenkan menggunakan pirolisis dan gasifikasi untuk mengubah limbah menjadi produk, seperti media tanam organik untuk campuran pupuk dan penangkap air, serta bio-disinfektan.

Joni menyampaikan, teknologi pengolahan kian berkembang seiring dengan kebiasaan masyarakat memilah sampah. Namun, masalah baru muncul, ketika masyarakat, dunia usaha, bahkan pemerintah kesulitan menangani pemilahan dan pengangkutan sampah yang berbeda jenis, mulai dari organik, plastik, sampai kaca. Belum lagi proses pengolahan yang menimbulkan masalah baru, yakni penggunaan incinerator yang berpolusi atau pelepasan gas metana ke udara saat sampah organik diolah sebagai kompos.  (yit)

Pos terkait