Strategi KSOP Kelas III Sampit Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2023

Cegah Pemalsuan, Operator Kapal Sepakat Jual Tiket secara Online

cek kesiapan arus mudik
CEK KESIAPAN: Kepala KSOP Kelas III Sampit (tengah) mengecek Terminal Penumpang di Pelabuhan Sampit, Jumat (31/3). (HENY/RADAR SAMPIT)

Arus mudik penumpang melalui jalur laut diprediksi meningkat. Operator pelayaran diminta menjual tiket secara online untuk menghindari tiket palsu dan mencegah antrean di loket. Operator kapal juga diminta aktif menginformasikan waktu keberangkatan agar calon penumpang tidak ke pelabuhan hanya untuk melihat jadwal.

HENY-radarsampit.com, Sampit

Bacaan Lainnya

Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan angkutan kapal pada arus mudik Lebaran 1444 Hijriyah.

Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2020, angkutan jasa pelayaran melayani 5 call (rute) dengan jumlah penumpang naik sebanyak 153 orang dan penumpang turun sebanyak 7 orang.

Sedangkan, di tahun 2021 pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran  terhitung sejak H-15 sampai dengan H+15 tercatat ada peningkatan sebesar 140 persen dilihat dari call di tahun 2021 berjumlah 12 call. Dengan rincian, penumpang naik sebanyak 2.661 orang dan penumpang turun sebanyak 607 orang.

Tahun 2022, jumlah penumpang naik pada arus mudik Lebaran sebanyak 7.319 penumpang dengan total 10 call dan arus balik Lebaran sebanyak 6.644 penumpang dengan total 10 call.

”Kami memprediksi akan ada potensi lonjakan penumpang kapal, pertama dilihat dari analisa jumlah penumpang arus mudik tahun lalu yang cukup mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan kedua adanya kelonggaran kebijakan dari pemerintah yang sudah mencabut penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022 lalu,” kata Capt Miftakhul Hadi Kepala KSOP Kelas III Sampit, Sabtu (1/4).

Selain itu, sesuai Instruksi Presiden RI Joko Widodo dalam rapat internal Senin (24/3) lalu, Jokowi meminta agar libur cuti bersama yang sudah ditetapkan pada 21, 24, 25, 26 April 2023 diubah alias dimajukan dan ditambah satu hari terhitung pada 19, 20, 21, 24, 25 April 2023 dan pada 22-23 April ditetapkan sebagai libur hari raya Idulfitri 1444 Hijriah.

“Presiden sudah meminta agar cuti bersama dimajukan seharusnya mulai tanggal 21 April menjadi tanggal 19 April. Dengan begitu, penumpang mulai dan bahkan mungkin sudah menentukan tanggal mudik sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tersedia dari dua penyedia jasa Pelni dan DLU yang dipastikan lonjakan penumpang terjadi pada keberangkatan tanggal 11, 14, 15 dan 19 April 2023,” katanya.

Untuk diketahui, pada persiapan arus mudik Lebaran 2023 ini, PT Pelni Cabang Sampit telah menyediakan layanan keberangkatan mulai H-15 sebanyak 4 call. Jumlah keberangkatan ini lebih sedikit dibandingkan angkutan Lebaran pada 2022 yang berjumlah 11 call.

Rute Sampit – Surabaya dijadwalkan berangkat menggunakan KM Kelimutu pada 12 April 2023 dan tiga call keberangkatan lainnya rute Sampit-Semarang dijadwalkan berangkat pada 14 April 2023 menggunakan KM Lawit, 18 April 2023 menggunakan KM Leuser dan 20 April menggunakan KM Kelimutu. Sedangkan, khusus untuk KM Lawit yang sudah lebih dulu menjalani pemeliharaan atau docking kapal dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 13 April 2023 pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada Jumat, 14 April 2023 pukul 10.00 WIB. Sementara itu, PT Dharma Lautan Utama (DLU) sudah merilis jadwal keberangkatan dari H-15 menuju Lebaran pada tanggal 11, 15 dan 19 April 2023.

“Untuk PT DLU biasanya menyediakan dua armada KM Kirana I dan KM Kirana III, tetapi untuk sementara yang melayani angkutan mudik Lebaran KM Kirana I rute Sampit-Surabaya, sedangkan KM Kirana III diarahkan untuk rute Kumai-Surabaya,” ujarnya.

Pos terkait