Urai Antrean Panjang Pasien, RSUD dr Murjani Siapkan Layanan Pusat Informasi

rsud dr murjani sampit
LAYANAN: Suasana IGD RSUD dr Murjani Sampit yang masih terlihat kondusif tak begitu banyak pasien, Rabu (19/4/2023). (dok.radarsampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Antrean panjang pasien jadi perhatian serius Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Evaluasi dan perbaikan layanan terhadap pasien rawat jalan dilakukan untuk mengurai antrean.

Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit Sutriso mengatakan, persoalan antrean pasien rawat jalan sebenarnya sudah diatasi dengan mengarahkan seluruh pasien menggunakan layanan antrean online melalui JKN mobile yang berjalan sejak Juli 2023.

Bacaan Lainnya

Namun, upaya itu memerlukan waktu dan penyesuaian. Pasalnya, masih banyak pasien rawat jalan yang berobat gagap teknologi menggunakan sistem antrean online dan belum mengunduh aplikasi JKN Mobile.

Karena itu, masyarakat lebih memilih menggunakan cara lama dengan cara mengantre melalui layanan anjungan pendaftaran mandiri melalui kioska yang berada di lantai satu rumah sakit.

”Lebih dari 80 persen kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap merupakan pasien JKN atau pasien BPJS. Yang jadi kendala kami dalam penerapan sistem ini, masih banyak peserta JKN yang belum mengunduh aplikasi JKN Mobile karena kurangnya pemahaman,” kata Sutriso, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga :  Segini, Angka Harapan Hidup di Kotim

Selain kurangnya pemahaman terhadap penggunakan aplikasi JKN Mobile, pengunjung juga menghadapi kendala lain, seperti tak ada kuota internet, jaringan internet yang tidak stabil, dan tidak memiliki handphone android.

”Kendala ini yang membuat sistem antrean online sulit diterapkan, karena membutuhkan penyesuaian dan sosialisasi yang terus kami lakukan dengan memberikan bimbingan cara mengunduh aplikasi JKN Mobile dan memberi tahu cara penggunaannya,” ujarnya.

Kendala belum pahamnya pasien menggunakan aplikasi JKN Mobile mengakibatkan antrean panjang, terutama saat pagi. ”Banyak pasien yang ingin cepat dilayani. Mereka datang dari jam 5 subuh ada yang jam 6 pagi sudah menunggu. Padahal sudah kami beritahukan mesin kioska baru dibuka jam 7 pagi,” ujarnya.

Di waktu yang bersamaan, antrean pasien menumpuk pada pagi hari. Namun, proses itu hanya berlangsung singkat selama kurang lebih satu jam. ”Kami sediakan tiga mesin anjungan pendaftaran mandiri, pasien yang mendaftar diminta menyerahkan kode rujukan dan mengisi nomor NIK KTP-el, kemudian nomor antrean tercetak, waktu itu hanya sebentar,” ujarnya.



Pos terkait