SAMPIT, RadarSampit.com-Wisata yang berlokasi di dalam Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi destinasi yang diminati warga lokal dan sekitarnya, dalam mengisi libur panjang. Sebagian besar lantaran jarak yang dekat dengan biaya yang relatif terjangkau.
Seperti wisata keluarga Ikon Jelawat Sampit, menjelang sore kawasan itu semakin ramai oleh pengunjung. Tidak hanya saat akhir pekan, hampir di setiap sore kawasan itu selalu ramai oleh warga yang mengajak serta keluarganya.
Cukup dengan membayar parkir, warga sudah dapat menikmati keindahan patung Jelawat besar yang menjadi Ikon Kota Sampit. Tak hanya itu keindahan Sungai Mentaya juga dapat dinikmati dari kawasan Ikon Jelawat yang dibangun di bantaran Sungai Mentaya.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil, bisa memanjakan buah hati mereka dengan mengajaknya ke arena bermain yang ada di sisi selatan Ikon Jelawat. Khusus di arena bermain, pengunjung perlu membayar sejumlah uang, seperti untuk menyewa sepatu roda, bermain skuter, melukis, hingga rumah istana balon.
Bergeser semakin ke selatan, dekat kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPm) Sampit, terlihat deretan perahu wisata susur Sungai Mentaya. Pengunjung bisa menikmati keindahan Sungai Mentaya dari atas perahu wisata.
Iyan, salah satu motoris dari perahu wisata itu mengaku libur panjang yang dimulai dari hari Kamis lalu itu cukup berdampak pada sewa perahu mereka. “Alhamdulillah, libur dari hari Kamis itu sudah ramai,” ucapnya.
Perahu susur Sungai Mentaya semakin diminati warga untuk menghabiskan waktu libur mereka. Tampilan perahu mesin atau klotok menjadi jauh lebih menarik. Dipenuhi dengan hiasan bendera warna-warni, lampu dan aksesoris lainnya, bahkan ada perahu yang dilengkapi dengan sound system, sehingga wisatawan bisa menikmati susur sungai sambil bernyanyi ataupun sekedar mendengarkan musik.
Para motoris perahu mesin memasang tarif sekitar Rp 50 ribu – Rp 70 ribu rupiah untuk satu kali perjalanan mengitari Sungai Mentaya untuk jarak dekat. Tetapi apabila penumpang ingin menikmati perjalanan di atas Sungai Mentaya lebih lama lagi yang diawali dari Darmaga Habaring Hurung sampai Kecamatan Baamang perlu merogoh kocek lebih dalam hingga ratusan ribu rupiah.
“Perahunya borongan, kalau sekitar sini saja Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu, sampai dermaga Depo Pertamina Rp 150 ribu, kalau sampai kawasan bandara Rp 200 ribu pulang pergi,” papar Iyan.
Tidak hanya melayani wisata susur sungai, para motoris juga melayani penumpang yang ingin menyeberang ke Kecamatan Seranau. Saat akhir pekan seperti saat ini diakuinya cukup banyak wisatawan yang menyewa perahu hingga ke perjalanan paling ujung susur Sungai Mentaya yakni, hingga ke perairan sekitar bandara.
Sari (28) salah satu warga Sampit mengaku sengaja menyewa perahu untuk menikmati suasana sore di sepanjang Sungai Mentaya bersama keluarganya.
“Memanfaatkan waktu libur bersama keluarga, saya dan suami sama kerja, jadi pas libur ajak anak-anak, ponakan juga, wisata murah meriah, gak jauh-jauh, dalam kota saja sudah cukup menghibur,” sebutnya. (yn/gus)








