Wujudkan Kampung Hortikultura di Cempaga Hulu

Kelompok Tani Lintang Batang Hortifarm Berikan Pelatihan Agrobisnis Hortikultura

Kelompok Tani Lintang Batang Hortifarm Berikan Pelatihan Agrobisnis Hortikultura
PELATIHAN: Kelompok Tani Lintang Batang Hortifarm (LBH) menyelenggarakan pelatihan agrobisnis hortikultura di kawasan agrowisata Jalan Tjilik Riwut KM 79, Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Sabtu (11/12). (HENY PUSNITA/RADAR SAMPIT)

Arti kata tumbuh yang dia maksud adalah bagaimana manusia dalam setiap kesempatan hidupnya diisi dengan kegiatan yang positif dan produktif, terus berpikir maju, bergerak menuju sukses, dan yang tak kalah penting mengedepankan kejujuran dan tangggungjawab.

“Konsep tumbuh ini sangat dalam pemaknaannya. Dengan kita terus tumbuh, karir semakin sukses, pendapatan meningkat dan tentunya kesejahteraan keluarga terjamin,” katanya.

Bacaan Lainnya
Gowes

Pada dasarnya, seorang petani harus memiliki passion bukan semata mencari untung, tetapi memiliki kegemaran dan senang mengerjakannya.

“Untung itu juga harus, tetapi yang utama itu passion. Kalau yang melakukannya happy, apapun pekerjaannya tidak hanya petani, tetapi pekerjaan yang lainnya akan dikerjakannya terasa ringan,” ucap pria yang pada 22 Desember 2021 ini genap berusia 65 tahun.

Dia mengingatkan, menggeluti usaha dibidang hortikultura tidak sebesar pendapatan di kelapa sawit dan lain-lain. “Saya ingatkan, berkebun hortikultura tidak bisa sebesar sawit. Itu tidak mungkin,  tetapi dari skala yang kita hitung, masih bisa mnghasilkan pendapatan yang bagus,” katanya.

Baca Juga :  BNI Sampit Bantu Renovasi Langgar

Dalam pengelolaannya, LBH yang dibentuk pada 22 Desember 2015 ini menerapkan sistem kelola mandiri. Namun, para anggota petani bisa sharing pengalaman, dalam pengembangan, pemasaran, teknik perawatan, dan lain-lain.

“Pengelolaanya secara mandiri. Hanya saja LBH hadir sebagai wadah untuk berkumpul dalam merekatkan petani hortikultura agar dapat saling berbagi pengalaman, kendala dan kesulitan diberikan solusinya secara bersama. Kalau dalam hal pemasaran ada yang kurang, anggota yang lain yang memiliki hasil buah yang berlebih bisa bantu memasok dan termasuk dalam hal penetapan harga buah dipasaran itu disepakati bersama agar tidak ada petani yang tidak menghasilkan. Semua saling mendukung dan menyemangati,” katanya.

Kedepannya, Priyanto berharap melalui LBH para petani hortikultura semakin sukses mengembangkan aneka buah-buahan, memperluas penjualan hingga keluar daerah, dan masih banyak lagi target kedepan yang menjadi impiannya kedepan.



Pos terkait