Awan Macam Ini Bisa Memicu Badai Petir

Kecamatan Arut Selatan,awan culumonimbus
Rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 07, RT 31, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, yang terbakar akibat disambar petir, Rabu (30/3).(istimewa)

PANGKALAN BUN – Induksi dari awan culumonimbus (CB) aktif di sekitar lokasi sambaran petir menjadi penyebab utama terbakarnya rumah warga RT 31, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, beberapa hari lalu. Kejadian ini mengakibatkan 3 kepala keluarga yang terdiri dari 11 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun Aqil Ikhsan menjelaskan, petir dapat menghasilkan energi hingga 300 kilovolt atau 150 kali lebih besar dari pada listrik yang digunakan untuk industri.

“Dengan kekuatan energi sebesar itu, bila rumah tersambar seperti kejadian beberapa hari lalu bisa saja langsung terbakar, petir juga dapat memanaskan udara di sekitarnya ke suhu hampir 27.700 derajat Celsius,” ungkapnya, Jumat (1/4).

Petir biasanya menyambar wilayah yang lebih tinggi, namun tidak menutup kemungkinan mengenai tempat yang rendah. Sambaran petir terbagi menjadi empat. Pertama, petir dari awan ke tanah atau bumi (cloud to ground/CG). Kedua, petir dari awan ke awan (cloud to cloud) yang berbahaya dalam dunia penerbangan. Ketiga, petir intra cloud (IC) yang terjadi di dalam awan yang berbeda muatan, sehingga sering ada kilatan di awan. Keempat, petir dari awan ke udara (cloud to air/CA), atau pelepasan petir bermuatan positif ke udara sekitar yang bermuatan negatif.

Baca Juga :  Jatah Kursi di DPRD Kapuas Dikurangi

“Petir dari awan ke tanah atau bumi (cloud to ground/CG) ini yang berbahaya bagi masyarakat yang sedang beraktivitas,” sebutnya.

Ia mengingatkan bahwa awan cumulonimbus adalah awan hujan yang juga menimbulkan petir, sehingga untuk bangunan yang tinggi dan bangunan rumah sebaiknya menggunakan penangkal petir. “Hal itu untuk menghindari sambaran ke gedung atau bangunan tersebut sehingga sambaran petir tersalurkan ke bumi dengan baik,” pungkasnya. (tyo/yit)

Pos terkait