SAMPIT, radarsampit.com – Bank Kalteng Cabang Sampit memberikan edukasi keuangan dan pelatihan bisnis online yang diikuti para pelaku UMKM dan mahasiswa di Universitas Darwan Ali.
Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kotim agar lebih ‘melek’ teknologi dan mampu mengikuti perkembangan era digitalitasi.
”Kegiatan ini bagian dari Program Corporate social responsibility (CSR) Bank Kalteng Cabang Sampit. Setiap tahunnya kami ikut andil dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan. Yang kali ini sedang diadakan itu berkaitan dengan bidang pendidikan dan ekonomi fokusnya pada peningkatan sektor UMKM,” kata Tajudinnor Asra, Pemimpin Cabang Bank Kalteng Sampit, Senin (24/10).
Bank Kalteng Cabang Sampit menganggarkan dana CSR sebesar Rp 45 juta untuk menggelar edukasi keuangan dan pelatihan bisnis online dengan melibatkan berbagai pemateri tidak hanya dari Bank Kalteng, tetapi juga dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, Owner Rumah Makan Kelakai, dan pemateri dari Shopee.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Auditorium lantai 2 Universitas Darwan Ali ini diikuti sebanyak 100 peserta dari pelaku UMKM dan 35 peserta dari mahasiswa.
”Kami bekerja sama dengan Aliansi Penggerak Industri (API) UMKM di Kotim dalam kegiatan ini. Pesertanya tidak hanya pelaku UMKM di Kotim tetapi juga ada dari mahasiswa. Karena, kami ingin mahasiswa memiliki jiwa berwirausaha. Dan, dapat merubah mindsetnya yang selama ini lulus kuliah berpikir untuk jadi PNS, maka diubah pola pikirnya bahwa menjadi sukses tidak harus jadi PNS, tetapi bisa juga dengan menjadi pengusaha,” ujarnya.
Tajudinnor mengatakan, setelah pertemuan, para peserta akan mengikuti pelatihan secara virtual dari pemateri Shopee Indonesia untuk praktek langsung bagaimana memulai bisnis online dengan bergabung diusaha perdagangan elektronik (e-commerce) salah satunya melalui Shopee.
”Setelah pertemuan ini, peserta akan diberikan link untuk masuk dalam WhatsApp grup, setiap dua kali seminggu selama sebulan, pemateri dari Shopee akan memberikan pelatihan langsung kepada peserta khususnya pelaku UMKM bagaimana cara mengembangkan usaha, mengenalkan produk dengan memanfaatkan akun media sosial dan memulai bisnis online melalui wadah e-commerce,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tajudinnor mengatakan berkaitan dengan peningkatan sektor UMKM, Bank Kalteng Cabang Sampit juga mengenalkan program unggulan Bank Kalteng yaitu UMKM Berkah. Dimana Bank Kalteng akan memberikan kredit tanpa agunan dengan bunga lebih murah dari kredit usaha rakyat (KUR).
“Kami siap membantu pelaku UMKM untuk memberikan kredit tanpa agunan dengan bunga lebih murah dari KUR. Kalau melalui KUR bisa 5,5 perse, melalui program UMKM berkah hanya 5 persen per tahun. Jadi, bunganya sangat ringan. Kami berikannya per kelompok, setiap kelompok ada lima orang, masing-masing mendapatkan Rp 15 juta dengan ketentuan syarat yang berlaku pinjaman kredit dapat dicairkan,” ujarnya.
Selain itu, Bank Kalteng Cabang Sampit juga mengenalkan aplikasi mobile banking yang dinamakan Betang Mobile. Dimana aplikasi ini memberikan fasilitas lebih khusus bagi pemegang rekening Bank Kalteng tidak hanya mengecek saldo, melalukan transaksi pembayaran melalui transfer dan lain-lain,








