Bank Kalteng Cabang Sampit Dukung Peningkatan SDM

Beri Pelatihan Edukasi Keuangan dan Bisnis Online Pelaku UMKM

pelatihan umkm bank kalteng
KERJA SAMA: Bupati Kotim Halikinnor menandatangani kerja sama CSR dengan Bank Kalteng Cabang Sampit di Ruang Auditorium Lantai II, Universitas Darwan Ali, Senin (24/10). (HENY/RADAR SAMPIT )

SAMPIT, radarsampit.com – Bank Kalteng Cabang Sampit memberikan edukasi keuangan dan pelatihan bisnis online yang diikuti para pelaku UMKM dan mahasiswa di Universitas Darwan Ali.

Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kotim agar lebih ‘melek’ teknologi dan mampu mengikuti perkembangan era digitalitasi.

Bacaan Lainnya

”Kegiatan ini bagian dari Program Corporate social responsibility (CSR) Bank Kalteng Cabang Sampit. Setiap tahunnya kami ikut andil dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan. Yang kali ini sedang diadakan itu berkaitan dengan bidang pendidikan dan ekonomi fokusnya pada peningkatan sektor UMKM,” kata Tajudinnor Asra, Pemimpin Cabang Bank Kalteng Sampit, Senin (24/10).

Bank Kalteng Cabang Sampit menganggarkan dana CSR sebesar Rp 45 juta untuk menggelar edukasi keuangan dan pelatihan bisnis online dengan melibatkan berbagai pemateri tidak hanya dari Bank Kalteng, tetapi juga dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, Owner Rumah Makan Kelakai, dan pemateri dari Shopee.

Baca Juga :  Petugas Damkar Bersertifikat di Kotim Masih Minim, Tekon Siap-siap Tereliminasi pada 2023

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Auditorium lantai 2 Universitas Darwan Ali ini diikuti sebanyak 100 peserta dari pelaku UMKM dan 35 peserta dari mahasiswa.

”Kami bekerja sama dengan Aliansi Penggerak Industri (API) UMKM di Kotim dalam kegiatan ini. Pesertanya tidak hanya pelaku UMKM di Kotim tetapi juga ada dari mahasiswa. Karena, kami ingin mahasiswa memiliki jiwa berwirausaha. Dan, dapat merubah mindsetnya yang selama ini lulus kuliah berpikir untuk jadi PNS, maka diubah pola pikirnya bahwa menjadi sukses tidak harus jadi PNS, tetapi bisa juga dengan menjadi pengusaha,” ujarnya.

Pos terkait