Di Balik Viralnya Video Petugas Kesehatan soal Vaksin di Kotim

Kecewa Jadwal Berubah Mendadak, Respons setelah Dibentak War

tenaga kesehatan menolak warga
VIRAL: Tangkapan layar tenaga kesehatan yang memberikan penjelasan soal vaksinasi pada warga yang antre, Selasa (29/6).

Sebuah video yang merekam penolakan petugas kesehatan terhadap warga yang berniat divaksin viral di media sosial. Bagaimana kisah sebenarnya? Berikut liputannya.

HENY, Sampit

Bacaan Lainnya

Rekaman video yang memperlihatkan seorang tenaga kesehatan menolak warga yang ingin divaksin itu diunggah di Instagram oleh akun @iqbalpurnama. Rekaman dalam adegan itu berlangsung di Puskesmas Baamang II, Selasa (29/6).

Dalam unggahannya, Iqbal meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan vaksinasi. Petugas puskesmas dinilai semena-mena dalam menjadwalkan vaksin.

”Petugas yang bersangkutan tiba-tiba mengatakan masyarakat umum tidak dapat divaksin. Hari ini (Selasa, Red) sampai Kamis, ternyata jadwal dari pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan pegawai lainnya. Perubahan jadwal mendadak ini tentu mengecewakan masyarakat,” tulisnya.

Menurut Iqbal, seharusnya petugas puskesmas menyampaikan perubahan jadwal tersebut secara terbuka bahwa masyarakat umum belum bisa divaksin. Alasan lainnya karena membeludaknya peserta program vaksinasi tersebut.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 14 detik itu, seorang tenaga kesehatan berbicara menggunakan pengeras suara berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat.

”Vaksin  ini terbatas, kalau bapak ibu mau marah silakan. Vaksin itu sudah dijatah untuk petugas kebersihan, keamanan, pertaminan selama tiga hari sampai dengan Kamis,” kata perempuan yang diketahui sebagai penanggung jawab vaksinasi di Puskesmas Baamang II ini.

Setelah petugas kesehatan itu memberikan penjelasan, warga justru kian emosi karena menunggu lama tanpa kepastian dan kejelasan. ”Harusnya buat jadwal di situ. Jadi warga pada tahu. Tak datang dan menunggu sia-sia begini,” ucap seorang ibu yang terus bergumam menyesalkan sikap petugas kesehatan tersebut.

Warga lainnya menyahut, ”Lihat ini Bu, antrean sebanyak ini. Kami tidak dilayani.”

”Ibu tak mikir waktu kami terbuang. Berkerja tak karuan,” timpal warga lainnya.

”Anakku mau masuk SMK. Wali muridnya harus divaksin. Pemerintah yang buat aturan, tapi pemerintahnya sendiri yang tak siap menyediakan vaksin,” ujar warga tersebut.

Dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Kepala Puskesmas Baamang II Desliana Eka Maulitita mengaku baru mengetahui video itu ramai dibahas di media sosial. Pasalnya, dia sibuk memberikan layanan vaksinasi dan membantu persiapan pembukaan Klinik Islamic Center (KIC).

Menurut keterangan sekuriti yang bertugas, masyarakat mengantre sejak pukul 05.30 WIB dan menunggu penjelasan dari tenaga kesehatan terkait kepastian vaksinasi.

”Keramaian itu terjadi sekitar 07.30 WIB. Awalnya pelayanan vaksinasi berjalan kondusif. Nomor antrean dibagi. Masyarakat yang sudah terdaftar kami layani satu per satu,” kata Desliana.

Namun, lanjutnya, warga yang ingin divaksin terus bertambah. Situasi itu diperparah dengan masyarakat yang kecewa menunggu tanpa kepastian. Hal itu membuat warga emosi dan mengucapkan kata-kata kasar (membentak) pada tenaga kesehatan yang bertugas.  Pernyataan kasar itulah yang memicu tenaga kesehatan dalam rekaman video memberikan penjelasan dengan nada lantang.

”Jujur saja, kami ini tidak bisa memastikan jatah vaksin yang kami dapat itu berapa setiap harinya. Minggu kemarin layanan vaksin sempat terhenti karena stok vaksin kosong dan Dinkes belum dapat memastikan kedatangan dan jumlah yang diberikan,” ujarnya.

Desliana menuturkan, jatah ketersediaan vaksinasi ditetapkan oleh Dinkes Kotim. Pihaknya hanya bertugas memberikan layanan vaksinasi kepada masyarakat.

”Misalkan dapatnya sekian ribu dosis, itu vaksin dibagi rata lagi ke 21 puskesmas yang ada di Kotim. Jadi, tugas kami hanya memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *