Dihajar Deltras Sidoarjo 5-0, Kalteng Putra Perlu Evaluasi Total

kalteng putra
DIHANCURKAN LAWAN: Harapan Kalteng Putra untuk menang dalam lanjutan Liga 2 melawan Deltras FC gagal total. Laskar Isen Mulang dihancurkan dengan skor 5-0. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Evaluasi total dan menyeluruh perlu dilakukan Kalteng Putra. Tim kebanggaan Kalteng itu meneruskan tren buruk jadi lumbung gol lawannya dalam lanjutan Liga 2. Alih-alih menjaga asa bertahan di Liga 2, Kalteng Putra kian terbenam di dasar klasemen Grup Timur setelah dihancurkan Deltras Sidoarjo dengan skor 5-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (30/9).

Lima gol tuan rumah masing-masing dicetak Rendi Irwan Saputra (57′, 60′), Samsudin (64′), Amabel Rahmansyah Pratama (84′), dan Martinus Novianto Ardhi di menit ke-90′. Pada babak pertama Kalteng Putra sebenarnya berhasil menahan imbang tim tuan rumah. Bahkan, beberapa kali menciptakan peluang.

Bacaan Lainnya

Masuk babak kedua, lemahnya lini belakang dan kurangnya koordinasi antarlini, menjadi petaka. Pada menit 56, Rendi Irawan merobek gawang Kalteng Putra yang dijaga Alek Sander. Rendi memanfaatkan bola pantul hingga tak bisa diantisipasi kiper.

Baca Juga :  Mantan Ketua DPRD Kotim Kritik Keras Pengesahan AKD, Sebut Rawan Jerat Legislator secara Berjemaah

Berselang dua menit, bola kembali bersarang di gawang Kalteng Putra. Kali ini Muhammad Afrizan membuat gol setelah memanfaatkan tendangan sudut. Deltras Sidoarjo semakin menghancurkan Laskar Isen Mulang pada menit 63 melalui Samsudin.

Gol itu tercipta setelah Samsudin mendapatkan umpan manis dari Risal. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor bertambah hingga 5-0 untuk kemenangan Deltras.

Pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie mengatakan, babak pertama permainan anak asuhnya cukup bagus. Namun, beberapa keputusan wasit merugikan timnya. ”Kami sudah berjuang. Di babak kedua memang terlambat start, jadi tim tuan rumah ambil inisiatif serangan hingga membuahkan gol,” ujarnya.

Eko menuturkan, gol terjadi begitu cepat. Hanya beberapa menit di babak kedua, sehingga sangat memengaruhi mental para pemain. ”Babak kedua kehilangan konsentrasi. Babak pertama luar biasa mengimbangi, tetapi babak kedua banyak bertahan dan hasilnya tak maksimal. Deltras mudah masuk pertahanan dan kami terlalu bertahan,” katanya.

Pos terkait