Dituntut Penjara Lima Tahun, Pengacara Desak Asang Dibebaskan

sidang asang triasha
VIRTUAL: Terdakwa dugaan korupsi pembangunan jalan di Kecamatan Katingan Hulu, Asang Triasha mengikuti sidang secara virtual, Rabu (3/8). (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Rahmadi G Lentam, kuasa hukum terdakwa dugaan korupsi pembuatan jalan tembus antardesa di sepanjang aliran Sungai Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Asang Triasa, mendesak kliennya dibebaskan dari segala tuduhan. Dia yakin Asang tak bersalah dalam perkara tersebut.

”Kami dari awal berkesimpulan bahwa Asang Triasha tidak bersalah dan itu akan kami pertahankan dan tetap meminta terdakwa dibebaskan,” ujarnya usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya, Rabu (3/8).

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya menuntut Asang dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta subsidair tiga bulan penjara. Terdakwa dinilai bersalah sebagai pelaksana pembuatan jalan tembus antardesa yang dianggarkan sebelas desa di sepanjang aliran Sungai Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan.

Jonathan Bernadus Ndaumanu selaku JPU menyebutkan, Asang sebagai pelaksana pembuatan jalan bersama dengan mantan Camat Katingan Hulu Hernadie, membuat pengadaan jalan tanpa melalui proses pengadaan barang atau jasa.

Baca Juga :  Banjir Diperparah Buruknya Mitigasi Bencana

”Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi,” kata   Jonathan.

Jaksa juga menuntut menghukum Asang Triasa membayar uang pengganti sebesar Rp 2.107.850.000. Dengan ketentuan, apabila uang tersebut tidak dibayarkan, maka harta bendanya dapat disita untuk menutupi. Namun, dalam hal harta benda tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Pos terkait