SAMPIT – Pembukaan Turnamen Sepak Bola Piala Agustiar Cup yang diselenggarakan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng Agustiar Sabran resmi dibuka di Stadion 29 Nopember, Senin (6/6) sore. Drama menegangkan mewarnai laga di hari pertama turnamen tersebut.
Pantauan Radar Sampit, tribun sudah dipenuhi banyak penonton sejak pukul 15.00 WIB. Sejumlah penggemar sepak bola hingga pejabat hadir menyaksikan pertandingan sepak bola.
Pada pertandingan partai pertama kesebalasan dari Tim Putra Sudan Football Club dari Kecamatan Cempaga,Kotim bertanding melawan Kalong Football Club dari Kecamatan Pulau Hanaut.
Pertandingan kedua, tim yang ditunggu-tunggu penonton bertanding. Tim Putra Baru Football Club dari Kota Sampit melawan Tim Tidar Football Club dari Kota Pangkalan Bun.
Sebelum melanjutkan pertandingan, Agustiar Sabran didampingi Sekretaris Daerah Kotim Fajrurrahman, Ketua DPRD Kotim Rinie, Ketua KONI Kotim Ahyar Umar, Ketua Panitia Porkab Kotim Raihansyah dan pelatih dan pengawas pertandingan menyaksikan tendangan kehormatan dari Agustiar Sabran.
Pada pertandingan kedua tersebut, hujan tiba-tiba mengguyur dan membasahi lapangan sepak bola yang tadinya kering dan panas. Di bawah guyuran hujan, para pemain kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Pertandingan tersebut menyedot perhatian penonton, karena Tidar FC menurunkan pemain asingnya dari Senegal, Diakhate El Hadji Gora.
Menjelang berakhirnya pertandingan, serangan kedua kesebelasan makin tajam. Dua tim bergantian mengancam gawang lawan. Akan tetapi, hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap imbang, 0-0.
Drama berlanjut sampai adu penalti. Pada sesi pertama, lima penendang dari masing-masing pemain hanya mampu menyarangkan dua gol. Penentuan kemenangan berlanjut sampai pada penendang keenam. Tidar FC gagal menyarangkan bola ke gawang.
Putra Baru akhirnya memastikan kemenangan setelah tendangan pemain keenam masuk dengan mulus ke gawang Tidar FC. Hasil tersebut membuat klub asal Pangkalan Bun itu gagal melaju ke babak selanjutnya.
Kepada wartawan usai menyaksikan pertandingan, Agustiar mengaku tak memiliki alasan yang berarti mengapa Kotim dipilih sebagai tempat pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Agustiar Sabran.
”Tidak ada salahnya di Sampit, karena saya lahir di Kuala Pembuang dan besar di Sampit. Di Kuala Kuayan. Jadi, di manapun tempat diadakan tidka begitu penting, yang penting niatnya,” kata Agustiar Sabran.
Dia mengaku sangat menikmati pertandingan pembuka sore itu. Baginya, siapa pun tim yang menang atau kalah itu hal yang wajar. ”Dalam permainan itu menang kalah sudah biasa yang terpenting bermain sportif saja,” ujarnya.
Olahraga yang merakyat dan disenangi semua kalangan masyarakat menjadi salah satu alasannya memilih cabang olahraga sepak bola. ”Sepak bola itu permainan yang sangat merakyat dan menghibur masyarakat dari berbagai kalangan. Mungkin nanti saya akan adakan pertandingan bola voli dan catur di kabupaten lain,” ujarnya.
Menanggapi dipilihnya Kotim sebagai tuan rumah Porprov 2023, Agustiar mengaku senang dan bangga. ”Tentu saya senang dan bangga Kotim jadi tuan rumah. Stadion 29 Nopember juga akan dibenahi dan nanti akan kita adakan liga dua di sini,” ujarnya.
Sekretaris Panitia Pelaksana Turnamen Sepak Bola Piala Agustiar Sabran Cup 1 Rudi Abidinsyah mengatakan, ada sebanyak 64 tim sepak bola yang bertanding memperebutkan piala Agustiar. Turnamen Sepak Bola Cup 1 tersebut akan semakin sengit. Para tim akan berjuang berpeluh keringat untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp 50 juta.








