“Banyak dari kami memiliki sertifikat diklat gagal tes seleksi. Malahan tenaga kontrak baru yang tidak pernah kami lihat bekerja di lapangan, lulusan SMA bisa lulus tes. Ini namanya bukan sistem evaluasi, tidak ada gunanya kalau pada akhirnya kami diberikan harapan palsu, usaha yang kami lakukan selama ini rasanya sia-sia saja,” ungkap AI.
Seperti diketahui sebelumnya, lebih dari 3200 tenaga kontrak di Kotim mengikuti evaluasi pada 23 Juni lalu. Sebanyak 2.700 tekon diantaranya mengikuti tes evaluasi/seleksi dan sisanya mengikuti evaluasi berdasarkan kinerja dan kedisiplinan. Dari hasil evualasi diumumkan melalui intansi SOPD masing-masing pada Kamis (30/6) lalu, menunjukkan 1.041 tenaga kontrak yang dinyatakan tidak lolos. (ang/hgn/gus)








