Evaluasi Tekon Minta Ditinjau Ulang

Sejumlah Petugas Damkar Kecewa, Ada Yang Masuk ICU

Evaluasi Tekon Minta Ditinjau Ulang
Bupati Kotim Halikinnor ketika meninjau pelaksanaan tes evaluasi terhadap 2.700 tenaga kontrak pada 23 Juni 2022 lalu.(dok.Radar Sampit)

“Ibaratnya kenceng panci, piring makan kami dari bekerja sebagai tenaga kontrak. Kalau diputus kontrak, kami enggak tahu mau kemana lagi setelah ini,” ujar Iht.

“Kami diminta tidak perlu khawatir, bagaimana kami tidak khawatir, andaikan para pemegang kuasa menjadi kami bagaimana? Usia kami ini sudah diatas 30an, ada yang 40 dan ada yang 50 tahun, putus kontrak mencari kerjaan dilain dengan usia sudah 40 tahun keatas juga tidak mudah,” lanjutnya lagi.

Disisi lain, tenaga kontrak yang tidak lulus berharap diberikan jalan untuk mengembangkan usaha melalui penyediaan modal. “Kami disarankan mengambil peluang berkebun. Kami tidak memilih pekerjaan, kami siap bekerja apapun demi menghidupi keluarga, tetapi semua itu perlu modal. Gaji tenaga kontrak mana cukup untuk modal usaha. Saran itu baik, tetapi kalau tidak dibarengi dengan dukungan seperti lahan, bibit dan lain-lain, bagaimana kami mau memulainya, apakah semua tenaga kontrak memiliki lahan untuk berkebun ? Dari mana duitnya ?,” ucap tenaga kontrak lainnya yang mengalami nasib yang sama diputus kontrak setelah belasan tahun bertugas.

Baca Juga :  SEDIHNYA!!! Sebelum Wafat, Ermal Subhan Sempat Video Call Anak, Berniat Pulang ke Sampit

AI, tenaga kontrak yang bertugas di DPKP Kotim juga sangat kecewa dengan hasil evaluasi tersebut. Menurutnya, petugas lapangan semestinya perlu dilakukan penambahan sumber daya manusia (SDM) bukan malah memberhentikan.

Ia mencontohkan, dalam standar operasional prosedur (SOP) penanganan pemadaman kejadian kebakaran, personel yang disiapkan minimal dua regu. Satu regu sekitar 30 orang untuk wilayah sektor kecamatan dan 100 orang untuk regu yang ditugaskan di DPKP Kotim wilayah Kota Sampit.

Pos terkait