Golkar Berpeluang Besar Jadi Pengusung Tunggal

society golkar
Arief Budiatmo

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Pembina Paguyuban Kulowargo Wong Jowo (Pakuwojo) Kalimantan Tengah (Kalteng), sekaligus pentolan politik Kalteng Arief Budiatmo mengatakan, target Partai Golkar menambah jumlah kursi di pemilihan legislatif (pileg) dari tujuh menjadi Sembilan. Ia menilai hal itu dianggap sebagai target yang masuk akal.

Menurutnya, sebagai salah satu partai besar ditambah lagi pada pileg tahun ini banyak kader potensial dan memiliki banyak massa, maka bukan tidak mungkin partai berlambang pohon beringin tersebut akan eksis di papan atas.

Bacaan Lainnya

“Peluang nambahnya itu di dapil satu, dua, tiga, dan lima, jadi dari empat daerah itu peluang penambahannya. Pasti ada untuk memenuhi target sembilan kursi,” katanya, Minggu (4/2/2024)

Besarnya kemungkinan penambahan jumlah kursi tersebut juga menjadi peluang bagi Partai Golkar untuk menjadi pengusung tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) November 2024 mendatang. Sebab tegas Arief, jika sembilan kursi itu terpenuhi, maka tidak harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calonnya maju  di Pilkada.

Baca Juga :  Penindakan Suka-Suka, Pemain Baru Pakaian Bekas Impor Dihabisi

“Kalau bisa mengusung sendiri, ya inikan jadi keuntungan Golkar karena partai lain akan nempel (ikut koalisi). Dan ini realistis kalau hanya tambah dua kursi, sehingga mungkin sekali tercapai,” ucapnya.

Menanggapi peluang tersebut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalteng Nur Prayudi, mengharapkan kader yang nanti diusung Partai Golkar menjadi calon gunernur adalah sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan.

Ia mengatakan, setidaknya ada dua kriteria yang harus dilihat dalam menentukan calon kepala daerah. Menurutnya pertama, yaitu harus memiliki pengamalaman dalam bidang pemerintah dan sekap terjang dalam dunia politik. Kedua, harus sosok yang bijak sebagai pemegang otoritas.

“Saya melihatkan sekarang Golkar akan mengusung Abdul Razak sebagai calon gubernur Kalteng, jadi ini tidak ada yang salah dan tepat karena dua kriteria tersebut sudah ada di sosok itu,” ucap Nur Prayudi.

Ia menambahkan, perlunya Kalteng memiliki pemimpin yang memenuhi dua kriteria tersebut tidak lepas dari tuntutan pembangunan ke depan, dimana banyak aspek penting yang perlu dikembangkan labih lanjut oleh kepala daerah dalam memajukan pembangunan.



Pos terkait