SAMPIT, RadarSampit.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meraih peringkat pertama pada penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting untuk lokus di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Penghargaan ini diterima langsung Wakil Bupati Kotim Irawati saat mengikuti kegiatan workshop penguatan pelaksanaan percepatan penurunan stunting yang dirangkai dengan pemberian penghargaan atas penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting di Regional I bertempat di Eboni Ballroom Hotel Gammara Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/7).
”Alhamdulillah, Kotim peringkat pertama penanganan stunting untuk lokus di Provinsi Kalteng,” kata Irawati.
Pemberian penghargaan itu dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat. Kegiatan yang digelar pada 6-8 Juli itu dibuka Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi secara virtual. Disaksikan Plt Gubernur yang juga Sekprov Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani. Diikuti 17 provinsi dan 51 pemerintah kabupaten/kota yang tergabung dalam wilayah regional 1.
Irawati yang hadir didampingi sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di lingkup Pemkab Kotim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat atas pemberian penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting tingkat regional 1.
”Kotim mendapatkan peringkat pertama dengan penilaian kategori juara 1 inspiratif, juara 1 reflikatif, dan juara 2 inovatif,” sebutnya.
Stunting merupakan permasalahan multidimensional. Pemkab Kotim tetap berkomitmen menurunkan angka stunting di wilayah ini. Oleh karena itu, pihaknya berharap perlunya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menangani stunting khususnya di Kabupaten Kotim.
”Pemerintah akan terus berupaya untuk menekan angka kasus stunting di Kotim,” ucapnya.
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.
Oleh pemerintah pusat, Kotim ditetapkan sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka yang cukup tinggi, yakni 48,84 persen, tertinggi di Kalteng. Namun, upaya Pemkab Kotim dalam menangani stunting mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan prevalensi sebaran stunting di Kotim per 27 Agustus 2021 lalu sebesar 22 persen. Angka itu menurun 5 persen dari 27 persen per 31 Desember 2020.
Irawati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kinerjanya yang luar biasa dalam penanganan stunting di Kotim. ”Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kotim atas segala dukungannya dan kepada seluruh SOPD, atas sinergitasnya dan Kepada Tim Penggerak PKK yang senantiasa membersamai setiap gerak langkah kita dalam penanganan stunting,” tandasnya. (yn/ign)








