KEREN!!! Sungai Sekonyer Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022

Andalkan Keasrian Alam, Susur Sungai, dan Satwa Endemik

sekonyer
SUNGAI SEKONYER: Direktur Tata Kelola Destinasi Wisata Kemenparekraf Indra Ni Tua, disambut acara adat saat masuk Desa Sungai Sekonyer, Minggu (2/10). (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)

Dari 3.500 Desa di Indonesia, Sungai Sekonyer masuk dalam nominasi 50 besar Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Apa saja keunggulan desa tersebut? Berikut ulasannya.

SYAMSUDIN-radarsampit.com, Pangkalan Bun

Bacaan Lainnya

Desa Sungai Sekonyer terletak di pinggiran sungai berdekatan dengan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Perlu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan sped boat atau lebih lama sedikit dengan menggunakan kelotok wisata.

Sebelum masuk Desa Sungai Sekonyer mata terlebih dahulu dimanjakan dengan keasrian alam saat menyusuri sungai. Kanan kiri dipenuhi pohon Nipah dan tumbuhan liar yang masih alami.

Tak terbantahkan bila desa ini masuk dalam 50 besar nominasi ADWI 2022, karena kekayaan alamnya serta letak desa yang sangat strategis bagi jalur wisatawan lokal maupun mancanegara.

”Keunggulan desa kami adalah keasrian alamnya. Bisa kita lihat saat masuk desa disuguhkan susur sungai, kemudian banyaknya satwa endemik beragam burung, dan satwa liar lainnya,” beber Sekretaris Desa setempat Bambang Supriadi saat dibincangi media usai kunjungan Direktur Tata Kelola Destinasi Wisata Kemenparekraf Indra Ni Tua bersama para dewan juri independen, Minggu (2/10).

Baca Juga :  Basmi TPS Liar dengan Taman Bunga

Desa berpenduduk 176 Kepala Keluarga atau sekitar 500 jiwa ini merupakan dataran rendah. Kawasan rawa ini dulunya sangat terisolir dan tanpa listrik. Namun seiring perkembangan zaman, listrik telah masuk ke kawasan yang tergolong pedalaman itu.

Saat ini, desa tersebut memiliki fasilitas homestay untuk menunjang wisatawan yang ingin menikmati asrinya alam yang masih alami.

”Masyarakat juga memiliki kreativitas dengan memanfaatkan limbah kayu Ulin, dibuat kerajinan untuk souvenir dan beragam lainnya untuk menarik wisatawan sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” terang Supriadi.

Pos terkait