Ketika Gedung Futsal Kotim Akan Digunakan untuk Logistik Pemilu 

Menuai Protes Keras, ”Jangan Rampas Kebahagiaan Kami!”

lapangan futsal sampit
BAKAL BERALIH FUNGSI: Lapangan futsal indoor di kawasan Stadion 29 November rencananya akan dijadikan gudang penempatan logistik Pemilu 2024 oleh KPU Kotim. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Belum sampai akhir tahun pencinta olahraga futsal Kotim menikmati sarana olahraga yang dibangun Pemkab Kotim di kawasan Stadion 29 November. Kebahagiaan mereka terancam terampas hiruk-pikuk pesta demokrasi. Gedung itu tak bisa lagi digunakan untuk menyalurkan hobi dalam waktu lama.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Adit (26) agak geram begitu membaca kabar di media sosialnya. Gedung futsal di kawasan Stadion 29 November, bakal digunakan untuk tempat logistik Pemilu 2024. Selama ini dia aktif bermain di gedung tersebut hampir setiap pekan bersama rekan-rekannya yang punya hobi serupa.

”Bakal lama gak bisa dipakai lagi ini. Apa tak ada gedung lain yang bisa dipakai untuk menyimpan logistik pemilu?” katanya, pekan lalu.

Menurut Adit, pencinta futsal di Kotim tengah girang-girangnya setelah ada sarana khusus yang dibuat Pemkab Kotim. Mereka menilai Pemkab Kotim sudah berbaik hati menyediakan sarana untuk menyalurkan hobi mereka memeras keringat, sekaligus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga.

Dia tak sepakat apabila gedung itu dipakai untuk tempat logistik pemilu. Pasalnya, masih banyak gedung lain di Sampit yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, biaya untuk membangun lapangan tersebut jelas tak murah. Apabila jadi tempat penyimpangan logistik pemilu, dia pesimistis lapangan futsal bisa dikembalikan seperti semula.

”Lapangan itu jadi sarana kami menyalurkan hobi. Jangan rampas kebahagiaan kami! Pemerintah juga jangan buang-buang anggaran. Lapangan itu pasti dibangun dengan biaya yang menurut kami sangat mahal,” ujarnya.

Pencinta futsal lainnya, Rahman, menegaskan, Pemkab Kotim maupun sejumlah pihak terkait perlu mempertimbangkan kembali penggunaan gedung tersebut untuk logistik pemilu. Pasalnya, keberadaan lapangan futsal itu kian menambah minat generasi muda untuk memainkan olahraga itu.

”Pemerintah meminta generasi muda melakukan kegiatan positif. Tapi, begitu sudah ada sarananya dan sedang semangat-semangatnya main futsal, malah mau dirampas lagi. Apa maunya?” katanya.

Menurut Rahman, lapangan futsal swasta di Kotim memang banyak. Namun, untuk pemakaiannya lebih mahal dibanding pemerintah. Apalagi jika ada event atau turnamen. Dia mencontohkan turnamen pelajar yang digelar beberapa waktu lalu. Gedung itu dipenuhi kaum pelajar.

”Harusnya bisa dilihat dari situ. Para pelajar pun sangat antusias. Kami berharap pemerintah mau mendengar aspirasi kami, para generasi muda. Selain itu, adanya sarana seperti itu juga bisa mencegah generasi muda lainnya terhindar dari kegiatan negatif, misalnya narkoba,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim Wim RK Benung mengatakan, rencana pinjam pakai gedung belum ada perjanjian hitam di atas putih antara KPU dengan Pemkab Kotim. Masih menunggu persetujuan Bupati Kotim Halikinnor.

”Rencananya memang mau dipinjam pakai KPU Kotim untuk gudang penyimpanan logistik pemilu dalam waktu dekat ini sampai November 2024. Tetapi, ini masih berupa koordinasi saja. Masih menunggu persetujuan Bupati. Apabila disetujui, kami tidak mengenakan biaya sewa, karena statusnya pinjam pakai sesama instansi pemerintah,” kata Wim Reinardt Kalawa Benung, Kadispora Kotim, Kamis (19/10).

Wim mengaku bisa memahami keresahan para pencinta futsal. Karena itulah selain gedung tersebut, pihaknya juga menawarkan gedung PPLP. ”Sebenarnya kami sudah tawarkan dua tempat, yaitu gedung futsal indoor dan gedung PPLP. Sudha ditinjau bersama KPU. KPU beranggapan dari segi keamanan lebih aman gedung futsal indoor,” katanya.

Pihaknya juga memikirkan apabila terjadi kerusakan setelah gedung selesai dipinjam. Pasalnya, gedung tersebut baru saja dialihfungsikan menjadi gedung lapangan futsal indoor sejak Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan di Kota Sampit pada 26 Juli-5 Agutus 2023 lalu.

Pos terkait