Sejumlah desa di Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih dilanda banjir. Meski di beberapa desa mulai surut, warga diimbau tetap waspada. Sebab, hujan yang masih terus terjadi dengan intensitas cukup tinggi, berpotensi meningkatkan debit air.
YUNI PRATIWI, Sampit | radarsampit.com
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam memantau kondisi banjir di sejumlah desa yang terdampak banjir. Dia mengatakan, pada Rabu (21/2/2024) hujan intensitas tinggi kembali terjadi sejak pagi.
”Dari jam 08.00 WIB itu sudah mulai hujan lebat. Mudah-mudahan hujan ini menjadi hujan berkah, bukan hujan bencana. Melihat kondisi ini, kita berharap warga desa tetap waspada. Teman-teman di desa juga harus tetap kreatif. Harus tetap memberikan informasi juga kepada kami, karena kami juga terbatas dalam hal akses. Mudah-mudahan kita bisa lewati masa ini dengan baik,” ujar Multazam.
Untuk pendistribusian bantuan kebutuhan pokok bagi para korban terdampak banjir, menurut Multazam, sudah distribusikan sejak Selasa (20/2). Namun, karena pasokan belum siap, sehingga pada saat itu baru didistribusikan dalam jumlah kecil. Pendistribusian kembali dilakukan kemarin.
”Sejak kemarin (Selasa) sebenarnya kita sudah distribusi, tapi kemarin karena pasokan belum siap, jadi kami distribusi dengan jumlah kecil dan per hari ini (Rabu kemarin). Kami coba melakukan mobilisasi logistik untuk korban banjir di dua desa, yaitu Desa Pantai Harapan dengan Desa Sungai Ubar Mandiri, masing-masing 135 paket dan 134 paket, yang kami baca sesuai dengan laporan dari desa,” jelasnya.
Hujan yang mengguyur wilayah tersebut sempat membuat pendistribusian logistik ke desa sempat sedikit mengalami hambatan. Hal itu lantaran akses menuju desa yang licin dan ada sejumlah ruas jalan menuju desa yang tertutup banjir.
”Ada hambatan sedikit pada saat distribusi, karena hujan lebat sejak pagi. Alhamdulillah, kita bisa mencapai titik, di mana besok (hari ini) sudah mempersiapkan tempat untuk bisa penyimpanan logistik tersebut,” tuturnya.
Multazam menambahkan, Desa Sungai Ubar Mandiri merupakan satu desa yang terdampak banjir paling besar, karena topografi dari desa tersebut. Selain itu, juga karena hambatan adanya aliran sungai yang tersumbat.
”Kami sudah komunikasi juga dengan beberapa stakeholder, termasuk teman-teman yang berada perusahaan yang berada di sekitar desa ini,” imbuhnya.
BPBD setempat terus melakukan monitoring terhadap kondisi banjir di wilayah ini. Termasuk pada saat ini hujan cukup lebat yang diprediksi akan terjadi genangan tambahan.
”Kalau tadi cerita Pak Kades di kantor desanya, ketinggian dari lantai ada 40 cm dan kalau kita lihat topografinya, memang Sungai Ubar Mandiri ini topografi naik turun. Di Desa Sungai Ubar saat ini sudah mulai surut, kemudian Desa Pantai Harapan tadi sudah surut, sudah mulai nihil cuman beberapa ruas jalan saja yang terganggu tetap masih bisa dilintasi roda empat,” jelasnya.
Sementara itu, terbaru Desa Bukit Raya menjadi desa yang turut terdampak banjir, sebab kata Multazam, desa tersebut berada di cekungan, namun sudah ditangani oleh BPBD. ”Sudah kami tangani dan beri bantuan,” katanya. (***/ign)








