Kotim Masuk Nominasi Penghargaan Provinsi Kalteng

Harga Elpiji Masih Pengaruhi Inflasi

nominasi penghargaan
PENGHARGAAN:  Wabup Kotim Irawati (pojok kiri) menerima apresiasi penghargaan dari BI Kalteng dalam kategori mitra strategis terkolaboratif dalam implementasi elektronifikasi Kotim di pertemuan tahunan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Rabu (30/11).

SAMPIT, radarsampit.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk nominasi penghargaan dari Bank Indonesia dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.  Penghargaan dalam kategori mitra strategis terkolaboratif dalam implementasi elektronifikasi diterima oleh Wakil Bupati Kotim Irawati. Penghargaan juga diberikan untuk TPID Palangka Raya dalam kategori mitra pengendali inflasi terkolaboratif dan kategori mitra strategis terkolaboratif inisiator digitalisasi. Selain itu, adapula tujuh penerima penghargaan lainnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B Aden mengatakan, sampai triwulan III tahun 2022, ekonomi Kalteng secara kumulatif tumbuh sebesar 7,13 persen, sementara secara tahunan tumbuh sebesar 6,74 persen (year on year). Hal ini dilihat dari sisi permintaan utamanya didorong kenaikan ekspor yang signifikan mencapai 19,25 persen (yoy) pada triwulan III 2022.

Bacaan Lainnya

Namun, di sisi lain inflasi di Kalimantan Tengah turut meningkat seiring dengan kenaikan harga energi global yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tiket pesawat serta harga bahan bakar rumah tangga (LPG), dan tertransmisi kepada kenaikan harga komoditas.

Pada tahun 2023, capaian inflasi diprakirakan akan membaik dengan penyesuaian kebijakan moneter. Namun demikian, di tengah optimisme ini harus disertai dengan kewaspadaan akan segala tantangan dan ketidakstabilan yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

“Tahun ini pemerintah kerahkan segala upaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Kita telah melakukan belasan kali high level meeting yang menghasilkan rekomendasi yang tajam. Tindak lanjut yang kita lakukan bersama, mulai dari GNPIP Sekuyan Lombok, Gertam Babe Berkah, operasi pasar dan pasar penyeimbang yang masif di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, telah cukup berhasil menjaga inflasi utamanya komoditas pangan,” kata Herson, Rabu (30/11).

Untuk mempersiapkan tahun yang penuh tantangan dan ketidakpastian, perlu diperkuat sinergi dan inovasi bersama.  Gubernur Kalteng telah menginstruksikan kepada pihak terkait agar melakukan langkah-langkah untuk melanjutkan pengendalian inflasi daerah melalui peningkatan nilai tambah dan penguatan GNPIP, termasuk dengan pelaksanaan operasi pasar yang masif dan pasar penyeimbang yang berkelanjutan.

“Ketersediaan bahan pangan itu harus terus dijaga, terutama beras karau yang dapat ditempuh melalui kerja sama antar daerah dengan daerah pemasok dengan tindak lanjut transaksi secara kontinyu,” ujarnya.

Di samping itu, perlu adanya penguatan pasokan pangan secara internal melalui dukungan produksi pada sentra-sentra pangan daerah dan optimalisasi anggaran belanja daerah untuk menjaga pemulihan ekonomi dengan memberdayakan pelaku UMKM.

“Pemerintah terus mendorong implementasi digitalisasi sistem pembayaran di seluruh sektor guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital khusus transaksi daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herson mengapresiasi Kantor Perwakilan BI Kalteng yang telah berkontribusi nyata dalam perekonomian Kalteng.

“Salah satu bukti nyatanya, BI Kalteng ikut mendukung dan membantu pemerintah dalam pengendalian inflasi,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yura Djalins melalui Asisten Direktur Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Pramudya Wicaksana mengatakan, pertemuan tahunan BI Kalteng tahun ini dilaksanakan secara hybrid online-offline untuk memperluas diseminasi informasi kepada masyarakat.

Pos terkait